Air Danau Toba Surut, Pengunjung ke Tao Silalahi Menurun

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Air Danau Toba Surut, Pengunjung ke Tao Silalahi Menurun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Air Danau Toba Surut, Pengunjung ke Tao Silalahi Menurun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Air Danau Toba Surut, Pengunjung ke Tao Silalahi Menurun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

BERSIHKAN PANTAI: S Sidebang membersihkan lumut yang tumbuh subur akibat surutnya air danau, Sabtu (19/11) di Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Dairi.SIB TULUS TARIHORAN
BeritaSimalungun.com, Sidikalang-Pedagang dan penyedia layanan wisata di kawasan wisata  Tao Silalahi Kecamatan Silahisabungan Dairi mengeluhkan, menurunnya jumlah kunjungan wisata akibat surutnya air Danau Toba.

"Menurutnya jumlah pengunjung ke kawasan Tao Silalahi disebabkan surutnya air danau," kata S Sidebang (43) didampingi istrinya L boru Siringo-ringo, kepada wartawan, di Desa Silalahi III pekan lalu. 

Disebutkannya, air danau surut sekitar 1,5 meter lebih dari permukaan pantai. Surutnya air danau, disebabkan musim kemarau sejak delapan bulan lalu. Memang dalam tiga minggu terakhir hujan sudah turun.

Surutnya air sangat berdampak, pinggiran pantai lumut menjadi tumbuh subur. Pihaknya, hampir setiap hari harus membersihkan tumbuhan lumut yang berada dekat pantai. 

"Hampir setiap hari harus membersihkan tumbuhan lumut yang berada dekat pantai, demikian juga sampah yang terbawa air ke pinggir harus juga dibersihkan," ucap boru Siringo-ringo.

Selain tumbuhan lumut, ada seperti sejenis ulat kecil kalau disini dikatakan warga ombok,  bila mandi sering nempel di kulit. "Memang tidak berbahaya, tetapi bila nempel dikulit sewaktu berenang akan terasa geli," sebutnya.

Lanjutnya, biasanya kunjungan ke Silalahi setiap minggunya lumayan ramai, bahkan hari kerja pun ada saja yang datang untuk bersantai, tetapi sejak air surut, jumlah pengunjung menurun.

Boru Siringo-ringo mengatakan, turunnya jumlah pengunjung juga disebabkan adanya kutipan-kutipan di pintu masuk menuju kawasan ini. Dampak dari kutipan tersebut, pengunjung jadi enggan datang untuk bersantai. Misalnya, bila datang dari luar Dairi, masuk dari arah Tongging, sudah ada beberapa kali kutipan retribusi. Bahkan di Silalahi ini pun masih ada kutipan.

Sementara itu, Hermanto Situngkir (28) penyedia jasa lokasi memancing juga keluhkan dampak surutnya air. Pranca yang dijadikan untuk tempat duduk pemancing menjadi jauh dari permukaan air. Jadinya pemancing jadi enggan menggunakan pranca tersebut.

Padahal bila untuk memindahkan pranca tersebut ke arah dalam danau, membutuhkan biaya besar. "Pranca yang sudah ada harus dibongkar, untuk membuat yang baru harus menggunakan bambu yang baru ditebang. Bila yang lama digunakan, sudah tidak layak lagi," sebutnya. (SIB)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Air Danau Toba Surut, Pengunjung ke Tao Silalahi Menurun"

Post a Comment