Bom Gereja di Samarinda, Lima Orang Jadi Tersangka

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Bom Gereja di Samarinda, Lima Orang Jadi Tersangka, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Bom Gereja di Samarinda, Lima Orang Jadi Tersangka kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Bom Gereja di Samarinda, Lima Orang Jadi Tersangka mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Sejumlah warga Pontianak mengikuti aksi seribu lilin untuk Intan Olivia Marbun di Bundaran Digulis Pontianak, Kalimanta Barat, Selasa 15 November 2016.
Sejumlah warga Pontianak mengikuti aksi seribu lilin untuk Intan Olivia Marbun di Bundaran Digulis Pontianak, Kalimanta Barat, Selasa 15 November 2016. (Antara)



BeritaSimalungun.com, Jakarta— Lima orang dijadikan tersangka pascakasus terorisme peledakan bom molotov di depan Gereja Oikumene di Jl Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Lo Janan Ilir, Samarinda, Kaltim, Minggu (13/11) kemarin.

”Hari ini, di Samarinda, lima orang positif jadi tersangka termasuk (pelaku pelemparan bom) Juhanda. Jumlah yang diamankan hingga kemarin memang ada 21 orang, tapi dari jumlah itu lima orang sudah positif tersangka,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Mabes Polri Kamis (17/11).

Untuk 16 orang lainnya belum jadi tersangka. Polisi masih punya waktu untuk menentukan status mereka karena masih ada waktu tersisa dari 7 x 24 jam. Boy tidak menjelaskan identias empat tersangka lainnya.

”Soal (bom molotov di vihara di) Singkawang, Kalbar, juga dilakukan pengejaran. Tim satgas khusus yang dibuat Polda dan di-back up Mabes Polri mengejar pelakunya. Ada orang atau pihak tertentu yang menginginkan adanya semacam ketidaknyamanan dalam masyarakat,” tambah Boy.

Juhanda alias MAK (32), yang beralamat di Jl. Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Samarinda Seberang adalah pelaku lama dalam kasus bom di Serpong dan bom buku. Dia juga mantan napi kelompok Pepy Fernando yang sekarang bergabung dengan Jamaah Anshar Daulah (JAD).

Bom di Gereja Oikumene ini menyebabkan satu dari empat Balita meninggal dunia. Balita yang meninggal dunia atas nama Intan Marbun (2,5 tahun). Korban adalah salah seorang Anak Sekolah Minggu HKBP Samarinda Seberang Resort Merak Samarinda Kota. (BS)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bom Gereja di Samarinda, Lima Orang Jadi Tersangka"

Post a Comment