Daerah Aliran Sungai Jeratun Seluna di Getasrejo Sudah Tak Bermanfaat Karena Tertutup Bangunan Megah

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Daerah Aliran Sungai Jeratun Seluna di Getasrejo Sudah Tak Bermanfaat Karena Tertutup Bangunan Megah, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Daerah Aliran Sungai Jeratun Seluna di Getasrejo Sudah Tak Bermanfaat Karena Tertutup Bangunan Megah kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Daerah Aliran Sungai Jeratun Seluna di Getasrejo Sudah Tak Bermanfaat Karena Tertutup Bangunan Megah mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Sungai lusi air hujan
Bercampur lumpur padas
Metro Realita Cyber 
Pembangunan terus berjalan hingga di pelosok pedalaman perdesaan seperti proyek pembangunan embung ,talut mulai dikerjakan namun dikota besar pinggir jalan tanah negara milik PU pengairan justru daerah
aliran sungai ditutup oleh cor beton bangunan megah sebagai pemukiman dan tempat usaha
Hujan deras yang menguyur Kabupaten Grobogan wilayah utara tepat Desa Getasrejo  Jangkungharjo ,Temon dan sekitarnya menyebabkan badan jalan tergenang air karena aliran got di trotoar tak dapat menampung luapan air.
Hujan turun sejak sore pukul17.30 WIB hingga malam ini pukul 00.15 WIB  masih tak kunjung reda dikhawatirkan terjadi banjir.
Nampak aliran sungai di sungai besar lusi berwarna kuning bercampur lumpur,hal ini disebabkan oleh aliran dari anak sungai mbonggo ,sungai Sente dan daerah aliran sungai kecil dari pegunungan.
Air hujan dari jalan nampak sulit terbuang akibat mampetnya saluran sungai sungai yang terletak di Km 0 hingga Km 10 purwodadi pati
Akibatnya, jalan tersebut sulit dilintasi kendaraan roda dua dan empat.
"Jalan itu tergenang air karena air hujan dijalan raya sudah sulit terbuang ke sungai sungai kecil sehingga berakibat meluap dan menggenangi jalan," ungkap fina anggota LSM Info kom.

Menurut dia, Pemkab Grobogan harus secepatnya mengupayakan agar setiap hujan air tidak lagi melimpah ke jalan dan menggenangi pemukiman penduduk dan 
Luapan air tersebut agar bisa langsung ditinjau anggota pejabat yang membidangi
"Saya sudah konfirmasi pejabat Pemda Grobogan tentang Daerah aliran sungai yang berdiri bangunan liar yang digunakan sebagai pemukiman penduduk dapat menyubat aliran di daerah aliran sungai Getasrejo dan sekitarnya karena khawatirkan kalau terus hujan akan semakin parah terutama dapat menggenangi pemukiman penduduk.(gus murgan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daerah Aliran Sungai Jeratun Seluna di Getasrejo Sudah Tak Bermanfaat Karena Tertutup Bangunan Megah"

Post a Comment