Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Keluarga di Medan Tak Percaya Intan Tewas Terkena Bom, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Keluarga di Medan Tak Percaya Intan Tewas Terkena Bom kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Keluarga di Medan Tak Percaya Intan Tewas Terkena Bom mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
| Agustini Banjarnahor, tante dari Intan Novita Banjarnahor, korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda Kalimantan Timur, Senin (14/11/2016). Agustini tak menyangka jika kemenakannya itu ikut terkena ledakan pada peristiwa kemarin. TRIBUN MEDAN/ARRAY A ARGUS |
BeritaSimalungun.com, Medan-Agustini Banjarnahor (26), tante dari korban ledakan bom di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda Kalimantan Timur, tak percaya jika kemenakannya Intan Novita Banjarnahor tewas setelah dirawat di rumah sakit, Minggu (13/11/2016) kemarin.
Menurut Agustini, ia mendapat kabar jika kemenakannya itu meninggal dunia sekira pukul 04.00 WIB.
"Tadi pagi abang saya yang di Kalimantan memberi kabar, Intan meninggal dunia. Luka bakarnya cukup parah," ungkap Agustini dengan kedua mata berkaca-kaca di kediamannya Jl Gagak Hitam/Ringroad, Sunggal, Senin (14/11/2016) siang.
Menurut Agustini, semula ia tak percaya jika Intan menjadi korban.
Minggu kemarin, kebetulan dirinya membuka laman facebook dan melihat berita peristiwa ledakan di Gereja Oikumene.
"Saya sempat berpikir semalam, abang saya (ayah Intan) kebetulan gerejanya di sana. Lalu saya telepon dia, namun enggak diangkat," kata Agustini yang belum lama kehilangan kakak kandungnya Dewi karena tewas dijambret.
Lantaran teleponnya tak kunjung diangkat, Agustini mencari informasi lain di facebook kerabatnya yang tinggal di Samarinda.
Saat membuka laman facebook milik tetangga orangtua Intan, ia semakin kaget mengetahui anak kakaknya itu ikut terkena ledakan.
"Setelah melihat informasi di facebook tetangga kakak saya itu, saya kemudian menghubungi tante yang ada di sana. Ternyata benar, Intan sudah dalam kondisi kritis," ungkap Agustini.
Rencananya, jenazah Intan akan dikebumikan besok di Samarinda. Sejumlah keluarga Banjarnahor juga sudah berangkat ke Kalimantan.
Sumber: Tribun-medan.com
0 Response to "Keluarga di Medan Tak Percaya Intan Tewas Terkena Bom"
Post a Comment