Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Listrik Rutin Mati di Jayapura, Masyarakat Pasrah, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Listrik Rutin Mati di Jayapura, Masyarakat Pasrah kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Listrik Rutin Mati di Jayapura, Masyarakat Pasrah mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Masyarakat di Kota Jayapura mengaku pasrah dengan kondisi pemadaman listrik bergilir yang saat ini dilakukan oleh PLN Area Jayapura.
Seperti diketahui, dalam dua minggu terakhir setidaknya listrik mengalami pemadaman selama 5-6 jam setiap hari yang memberikan dampak signifikan kepada aktivitas masyarakat.
“Bingung juga, tapi mau bagaimana pasrah saja,” ujar Silvi warga Waena, Distrik Heram, Rabu (23/11) kemarin.
Pemadaman ini menurutnya tak cuma memberi rasa tidak nyaman namun juga mengganggu perekonomian masyarakat yang setiap hari usahanya bergantung pada listrik.
Ia pun berharap kondisi ini tak berlarut-larut dan segera dinormalkan kembali agar keresahan yang saat ini dirasakan masyarakat dapat dihilangkan.
Pekan lalu manajer PLN Area Jayapura John Yarangga menjelaskan pemadaman yang terjadi saat ini sebagai akibat tidak beroperasinya salah satu mesin di PLTA Genyem.
Saat ini beban puncak listrik Kota Jayapura mencapai angka 70 watt sementara daya mesin di tiga rayon (Sentani, Abepura, Jayapura) hanya mencapai 57 watt pasca tidak jalannya satu mesin di PLTA Genyem.
Pemadaman bergilir 5-6 jam setiap hari di jam-jam sibuk dapat menghemat 20 watt sehingga kebutuhan listrik masyarakat bisa dipenuhi sambil menunggu perbaikan mesin PLTA Genyem.
Listrik Rutin Mati di Jayapura, Masyarakat Pasrah
0 Response to "Listrik Rutin Mati di Jayapura, Masyarakat Pasrah"
Post a Comment