:::PUISI UNTUN INTAN OLIVIA:::

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang :::PUISI UNTUN INTAN OLIVIA:::, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai :::PUISI UNTUN INTAN OLIVIA::: kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan :::PUISI UNTUN INTAN OLIVIA::: mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


Oleh: Bermantuah Sinurat


Intan anakku...
Dipagi ini mama mu sudah siapkan sarapan,
Makanan kesukaanmu itu lho...mie instan,
Habis itu kau boleh bermain sama teman,
Karena mereka sudah menunggumu di halaman depan,
Sambil bermain mama mau cuci pakaian,


Dari jauh kau kuperhatikan,
Tawamu sungguh menyenangkan,
Temanmu banyak, ada sembilan,
Wajahmu penuh kedamaian,
Teman temanmu semua merasa nyaman,
Sekali-kali kau menghampiriku pelan,
Dengan rambut yan aut-autan,
Sambil senyum kau meminta minum karena kehausan,


Intan yang manis...
Tak ada lagi yang bisa kulakukan,
Semuanya sudah menjadi kenangan,
Semuanya tinggal khayalan,
Semuanya tinggal angan angan,
Karena sekarang kau sudah bersama Tuhan,


Bagaimama saya bisa melupakan,
Setiap sore kau sudah pasti berdandan,
Menunggu papa pulang dari tempat kerjaan,


Kini tak bisa lagi kurasakan,
Detak jantungmu saat digendongan,
Nafas harummu saya dipangkuan,
Suara tangismu saat tiduran,
Cerewetmu saat minta jajan,


Oh Intan...
Semua merasa kehilangan,
Apalagi aku yang melahirkan...
Datanglah nak walaupun hanya bayangan,
Perlihatkan sekali lagi senyummu yang menawan...


Selamat jalan anakku...
Selamat jalan buah hatiku...
Sekaràng kau bisa bermain bukan lagi bersama Dian dan Roman,
tapi bersama teman barumu di tempat impian,
Surga adalah tempat sangat indah dan menawan,
Dengan pelindung dan penjaga bernama TUHAN.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to ":::PUISI UNTUN INTAN OLIVIA:::"

Post a Comment