Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang #RIPIntan, PGI Sampaikan Duka Cita untuk Korban Bom di Depan Gereja Samarinda, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai #RIPIntan, PGI Sampaikan Duka Cita untuk Korban Bom di Depan Gereja Samarinda kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan #RIPIntan, PGI Sampaikan Duka Cita untuk Korban Bom di Depan Gereja Samarinda mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com, Jakarta - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) berduka cita atas meninggalnya anak usia 2,5 tahun bernama Olivia Intan Marbun yang menjadi korban bom molotov di depan Gereja HKBP Oikoumene, Samarinda. Mereka juga mengimbau agar semuanya tetap tenang.
"Kami menyampaikan dukacita yang mendalam kepada keluarga anak kekasih Olivia Intan Marbun, semoga keluarga mendapat penghiburan dan kekuatanNya. Kepada jemaat-jemaat di Gereja Oikoumene Samarinda kami mendoakan agar tetap tenang dan tekun dalam doa sekaitan dengan tragedi kemanusiaan yang terjadi," tutur Ketua Humas PGI Jeirry Sumampow dalam keterangan persnya, Senin (14/11/2016).
PGI mengutuk tindakan terorisme pada 13 November kemarin itu. Sebagai bangsa yang beradab, tak seharusnya ada pihak yang menggunakan kekerasan. Yang boleh menggunakan kekerasan hanyalah aparat negara, itupun harus melalui prosedur hukum.
"Kami mengecam keras tindakan pengeboman ini. Sama seperti tindakan-tindakan teror lainnya. Tindakan kekerasan apapun bentuknya tidak akan pernah bisa menyelesaikan masalah," kata Jeirry.
Dia minta Presiden Jokowi untuk bisa mengusut tuntuas kasus terorisme itu. Soalnya, korban aksi terorisme sudah banyak dan tak boleh bertambah lagi. Negara tidak boleh kalah dengan tekanan kelompok-kelompok lain. Bibit-bibit terorisme juga perlu dideteksi agar bisa diatasi.
"Kepada pemerintah di bawah kepemimpinan Bapak Presiden Joko Widodo, kami meminta penanganan yang tegas, segera dan profesional atas peristiwa ini. Sudah banyak korban berjatuhan akibat teror dan tindak kekerasan di Republik ini," kata dia.
Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Intan. MUI mengecam aksi-aksi terorisme yang mengatasnamakan agama. Islam menurut Zainut adalah agama yang mengajarkan perdamaian.
"MUI mengucapkan bela sungkawa atas korban meninggal dunia peristiwa bom molotov di depan Gereja Samarinda. Ini merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat menyedihkan," kata Wakil Ketua MUI Pusat Zainut Tauhid saat dihubungi detikcom. (Dtk)
0 Response to "#RIPIntan, PGI Sampaikan Duka Cita untuk Korban Bom di Depan Gereja Samarinda"
Post a Comment