Satu Korban Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda Meninggal Dunia Senin Subuh

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Satu Korban Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda Meninggal Dunia Senin Subuh, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Satu Korban Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda Meninggal Dunia Senin Subuh kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Satu Korban Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda Meninggal Dunia Senin Subuh mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Korban Intan Olivia Marbun Banjarnahor (3,5) beralamat di Kelurahan Harapan Baru saat menjalani perawatan intensif. Intan mengalami Luka bakar serius. Foto IST Esra Adin Manalu

BeritaSimalungun.com, Samarinda-Pagi ini Senin 14 Nopember 2016 media sosial dikejutkan dengan Beritaduka Cita atas meninggalnya satu korban bom molotov yang terjadi di depan Gereja Oikumene RT 03 No 32 Jalan Cipto Mangun Kusumo, Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Provinsi kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (13/11/2016) Pukul 10.30 WITA. Setelah menjalani perawatan intensif,  korban Intan Marbun (3,5) menghembuskan nafas terakhirnya, Senin (14/11/2016) sekitar pukul 04.00 WITA.  

“BERITA DUKA CITA. Pagi ini sekitar pkl 4.00 Wita telah di panggil Bapa di Sorga Intan Marbun, salah seorang Anak Sekolah Minggu HKBP Samarinda Seberang Ressort Merak Samarinda Kota Kaltim korban Bom molotof, yang terjadi pada Minggu 13 Nop 2016 sekitar pkl 10.30 wita. Mohon dukungan doa bagi keluarga, orangtua yang ditinggalkannya,” demikian dituliskan Esra Adin Manalu yang berada di HKBP Merak Samarinda, Senin (14/11/2016) pagi.

Adapun identitas korban luka yang semuanya 4 orang balita ini dikonfirmasi oleh Kapolres Samarinda Kombes Setyobudi Dwiputro yakni Anita Christabel (2) beralamat di Kelurahan Harapan Baru, Samarinda. Anita mengalami luka bakar di badan, Alfarou Sinaga (4), berlamat di Kelurahan Loa Janan, mengalami luka bakar, Triniti Hutahaean (3) beralamat di Kelurahan Harapan Baru, Samarinda, juga mengalami luka bakar dan Intan Olivia Marbun Banjarnahor (3,5) beralamat di Kelurahan Harapan Baru. Intan mengalami Luka bakar.


Mereka adalah anak-anak yang berada di parkiran gereja saat bom molotov dilemparkan. Selain 4 balita luka, 4 motor juga rusak karena bom molotov itu. (BS-01)


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Satu Korban Bom Molotov Gereja Oikumene Samarinda Meninggal Dunia Senin Subuh"

Post a Comment