Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Si Manis Dari Fakfak, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Si Manis Dari Fakfak kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Si Manis Dari Fakfak mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Tak mau ketinggalan dengan beberapa kota lain di Pulau Papua yang memiliki kuliner unik dan jajanan khas, Kota Fakfak di Papua Barat juga memiliki ikonnya sendiri yang mungkin sudah tidak terlalu asing bagi masyarakat Papua, manisan pala.
Jika pergi ke Fakfak, jangan lupa membeli pala, begitu kata orang-orang. Makanan ringan berbahan dasar buah pala ini dalam kenyataannya sudah menjadi bagian penting dalam pertumbuhan perekonomian masyarakat di Fakfak.
Sesuatu yang bisa dimaklumi karena pala tak hanya banyak di daerah tersebut, tapi sudah menjadi tumbuhan yang mendominasi disana. Data yang dicatat HarianPapua.com, hampir 80 persen kawasan Fakfak ditumbuhi dengan pohon pala, atau yang memiliki nama latin Myristica fragrans houtt
Jika waktu mau ditarik mundur ke belakang, atau tepatnya di tahun 80-an, pala di Fakfak penggunaannya hanya terbatas pada pembuatan minyak pala dengan menggunakan biji dari buah pala itu sendiri.
Namun kini setelah banyak yang sadar akan manfaat lain dari buah pala, sejumlah petani pala di Fakfak lalu memanfaatkan daging buah pala untuk dijadikan jajanan khas berupa manisan pala.
Proses pengolahan manisan pala mulai dari buah pala mentah hingga berbentuk manisan bagi masyarakat Fakfak dilakukan dengan berbagai macam cara. Namun kebanyakan masyarakat disana masih menggunakan cara-cara tradisional dengan menjemur buah pala hingga kering tanpa menggunakan campuran bahan pengawet.
Hasil akhir yang didapat pun cukup baik karena manisan akan terasa khas dimulut saat kita memakannya. Rasa manis ditambah aroma asli buah pala masih sangat tercium tercium.
Manisan pala dibagi ke dalam dua bentuk yaitu manisan pala basah dan manisan pala kering. Selain rasanya yang enak manisan ini juga dapat menambah nafsu makan dan sebagai pelancar pencernaan tubuh.
So, kalau sempat berlibur ke Fakfak, sudah pasti oleh-oleh yang satu ini jangan ketinggalan, ya.
Si Manis Dari Fakfak
0 Response to "Si Manis Dari Fakfak"
Post a Comment