Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Hari Natal 25 Desember merupakan hari yang selalu ditunggu-tunggu umat Nasrani di tanah Papua, secara umum Indonesia terlebih di seluruh dunia. Setiap Natal tiba selalu disambut dengan sukacita dan penuh kebahagiaan.


Selayaknya hari raya Idul Fitri bagi umat Muslim, hari Natal juga diisi dengan silaturahmi ke rumah-rumah dari saudara, sahabat mau pun orang-orang terkasih lainnya. Hal yang sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat kita dalam turut serta merayakan Natal.


Namun khusus di Papua, ada satu hal unik yang menjadi ciri khas di tengah-tengah kegembiaraan Natal, yaitu kehadiran anak-anak kaleng atau yang lebih dikenal dengan anana kaleng.


Sebutan anana kaleng ini diberikan kepada anak-anak usia rentang 7 hingga 15 tahun yang sering bertamu ke rumah umat-umat Nasrani di hari Natal untuk mendapatkan minuman berkaleng. Bagi anak-anak di Papua, mendapatkan minuman kemasan kaleng memang seperti suatu kebanggaan tersendiri di hari Natal.


Uniknya, anana kaleng di Papua tidak hanya bertamu ke rumah-rumah dari orang yang mereka kenal, bahkan yang tidak dikenal sekali pun selama dia membuka pintu rumah untuk menerima tamu, akan menjadi ‘sasaran’ anana kaleng untuk didatangi.


Jika 10-15 tahun ke belakang anana kaleng lebih berusaha memodifikasi penampilan mereka dengan celana bersaku banyak atau besar untuk menampung kaleng-kaleng yang mereka terima, di beberapa tahun belakangan anana kaleng tak segan-segan menyambangi rumah sang pemilik rumah dengan tas ransel. Ya, tas memang sengaja dibawa untuk mengisi kaleng-kaleng minuman yang didapat.


Keberadaan anana kaleng memang memberikan nuansa tersendiri bagi Natal di Papua. Mereka selalu ada untuk menghiasi jalan-jalan ketika hendak bergerak dari satu rumah ke rumah lainnya.


Dan kini sebutan untuk anana kaleng tak hanya bagi mereka yang memang masih anak-anak, bahkan usia kawula muda hingga orang dewasa pun sering menggunakan istilah anana kaleng untuk mengungkapkan ekspresi sukacita mereka di tengah candaan suasana Natal.


Yap, selamat Natal untuk anana kaleng, trada ko memang tra rame!





Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Anana Kaleng di Hari Natal, Trada Ko Tra Rame"

Post a Comment