Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kondisi Pendidikan di Papua Buruk, Warga Pekanbaru Bangun Komunitas Kepedulian, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kondisi Pendidikan di Papua Buruk, Warga Pekanbaru Bangun Komunitas Kepedulian kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kondisi Pendidikan di Papua Buruk, Warga Pekanbaru Bangun Komunitas Kepedulian mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Komunitas Untuk Papua dari Pekanbaru menggelar acara penggalangan dana atas dasar kepedulian terhadap kondisi pendidikan yang sangat buruk di wilayah paling timur Indonesia tersebut.
Dalam acara penggalangan dana tersebut, penanggung jawab Komunitas Untuk Papua Pekanbaru, Framana Putra kepada Tribun News mengatakan pihaknya menerima donasi berupa dana segar maupun tas (sekolah) baik baru ataupun bekas.
“Kita tetapkan harga 1 tas Rp 70 ribu. Bagi yang ingin menyisihkan sedikit rezekinya bisa langsung mengirim ke nomor rekening BRI 208701005372535 atas nama Framana Putra,” katanya.
Untuk para donatur yang ingin melakukan sumbangan secara langsung, Framana mengatakan para donatur bisa langsung mengirimkan sumbangannya ke alamat Jalan Patimura Ujung, Sekretariat SM3T Distrik Wamena, Kabupaten Jayawijaya, 99511.
“Komunitas Untuk Papua Pekanbaru juga siap menjemput tas atau uang yang ingin disumbangkan ke rumah para donatur. Caranya bisa menghubungi nomor handphone 0813-7248-1700,” terang Framana.
Penggalangan dana bantuan tersebut dilakukan atas rasa prihatin para guru yang mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah Terluar, Terdepan dan Tertinggal (SM3T). Kondisi di Wanena menurutnya sangat memperihatinkan.
Kondisi Pendidikan di Papua Buruk, Warga Pekanbaru Bangun Komunitas Kepedulian
0 Response to "Kondisi Pendidikan di Papua Buruk, Warga Pekanbaru Bangun Komunitas Kepedulian"
Post a Comment