Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana?

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana?, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana? kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana? mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Harga tiket pesawat yang tingginya selangit bukanlah topik baru yang harus dibahas berulang kali untuk disikapi secara bijak oleh para pemangku jabatan.


Selain meresahkan masyarakat, harga tiket pesawat yang kadang menyentuh nominal yang bisa dibilang sudah ‘tidak masuk’ akal sehat lagi membuat Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Papua Djuli Mambaya harus mendatangi Kantor Garuda Indonesia di Kota Jayapura (seolah-olah) untuk melakukan inspeksi mendadak.


“Saya sudah menerima keluhan yang disampaikan melalui telepon dan pesan singkat (SMS) dari para calon penumpang tentang harga tiket yang mahal dan mencapai hampir Rp7 juta/orang,” katanya seperti diberitakan Antara, Minggu (25/12).


Seperti diketahui bersama harga tiket maskapai penerbangan di langit Papua hingga pertengahan Januari 2017 mendatang masih sangat mahal. Harga tiket rute Jakarta-Jayapura (Papua) mencapai Rp6 juta sekali penerbangan untuk tiket kelas ekonomi dan Rp12 jutaan untuk kelas bisnis/eksekutif.


Namun ketika menerima kunjungan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Provinsi Papua Djuli Mambaya, Sales Manager Garuda Jayapura Octavianus J. Thampi mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan apa yang terbaik bagi kenyamanan masyarakat dan tidak mungkin menjual harga tiket diluar standar yang telah diterapkan oleh pemerintah.


“Kami tidak mungkin menjual tiket melewati harga tertinggi yang sudah ditentukan, seperti Jayapura-Jakarta untuk kelas ekonomi mencapai Rp6.065.000,00,” katanya.


Hal berbeda diutarakan oleh Ketua Komisi II DPRP Deert Tabuni yang langsung meminta Gubernur Papua Lukas Enembe untuk segera duduk bersama para pemangku jabatan dan SKPD terkait untuk membahas fenomena harga tiket yang telah meresahkan masyarakat Papua selama bertahun-tahun lamanya.


“Lonjakan harga tiket bukan hal yang wajar lagi, melainkan cukup meresahkan masyarakat sehingga DPRP akan membentuk Panja untuk mengambil langkah-langkah terhadap lonjatan harga tiket itu,” terang Deert.





Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana?

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harga Tiket Pesawat di Papua Bikin Naik Darah, Gubernur Kemana?"

Post a Comment