Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kekeringan Landa Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Merauke, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kekeringan Landa Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Merauke kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kekeringan Landa Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Merauke mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Menjauhnya musim hujan di wilayah Kabupaten Merauke, Provinsi Papua menyisakan kekeringan yang cukup parah bagi puluhan hektare sawah yang berada di wilayah tersebut.
Kekeringan terjadi seiring tidak adanya curah hujan selama bulan terakhir ini.
“Sebelum November curah hujan bagus sehingga petani semangat untuk tanam ke tiga kalinya, tapi sekarang tidak ada hujan dan sekitar 60 hektare sawah kering,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Merauke Bambang Dwiatmoko dilansir Antara, Senin (5/12).
Dengan sistem irigasi yang mengandalkan curah hujan, para petani di Kabupaten Merauke harus menerima kenyataan lahan mereka mengalami kekeringan akibat minimnya jumlah curah hujan.
“Sekarang Merauke belum diguyur hujan sehingga cadangan air habis dan tidak mampu memenuhi kebutuhan pertanian,” terang Bambang.
Awalnya petani di Kabupaten Merauke telah berencana untuk menambah luas tanam namun minimnya curah hujan membuat para petani harus berpikir dua kali sebelum melakukan penambahan luas tanam untuk mencegah kerugian yang besar akibat tak adanya curah hujan dalam beberapa bulan terakhir.
“Rencana penambahan luas tanam 5.000 hektare di 2017 dan tersebar di sejumlah kampung,” katanya.
Kekeringan Landa Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Merauke
0 Response to "Kekeringan Landa Puluhan Hektare Sawah di Kabupaten Merauke"
Post a Comment