Petani Simalungun Harus Kreatif

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Petani Simalungun Harus Kreatif, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Petani Simalungun Harus Kreatif kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Petani Simalungun Harus Kreatif mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

PETANI KREATIF. Kartolo Purba (kiri) menyaksikan Bupati Simalungun, JR Saragih menaiki mobil mini ciptaannya pada kegiatan Panggung Hiburan Rakyat di Kecamatan Purba. (Foto Antarasumut)
BeritaSimalungun.com, Saribudolok-Seorang petani di Nagori (Desa) Huta Raja, Kecamatan Purba,  Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, merakit mobil sederhana menggunakan mesin sepeda motor untuk mengangkut hasil panen tanamannya.

Kartolo Purba (40) kepada wartawan mengatakan idenya untuk merakit mobil itu muncul akibat susahnya mencari alat angkut hasil pertanian dari ladang menuju ke rumahnya.

"Pakai kereta (sepeda motor) harus berkali-kali," kata warga Nagori (Desa) Huta Raja, Kecamatan Purba itu. Kartolo menceritakan proses modifikasi mobil yang membutuhkan waktu kira-kira dua bulan dengan biaya Rp3,3 juta.

“Sebelum mobil, saya membuat becak untuk mengangkut hasil panen pakai mesin Honda Cup 1970," kata Kartolo.

Setelah kendaraan roda tiga itu tidak lagi mampu mengangkut beban, Kartolo berkreasi membuat mobil yang sederhana dan kecil.
Mobil mini itu menggunakan mesin dari sepeda motor Honda Kharisma 125 CC dengan transmisi manual yang digerakan oleh rantai, sedangkan rodanya menggunakan ban Vespa. “Kini mengangkut hasil panen panen lebih mudah, lebih murah dan hemat tenaga," kata Kartolo.

Bupati Simalungun JR Saragih memberikan apresiasi dan salut atas kreativitas yang dilakukan Kartolo Purba, meski masih banyak yang harus disempurnakan dari mobil kreasinya itu, seperti sistem transmisi, bentuk, hingga posisi mesin dan lampu dari kendaraan tersebut.

Bupati yang memotivasi Kartolo untuk menyempurnakan mobil ciptaannya itu, berharap kendaraan itu bisa dimaksimalkan dan dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat.


“Para pemuda di Simalungun hendaknya mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Kartolo Purba," pesan Bupati. (BS-1)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Petani Simalungun Harus Kreatif"

Post a Comment