Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Terorisme di Indonesia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Terorisme di Indonesia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Terorisme di Indonesia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Menanggapi penangkapan terduga teroris di Bekasi, Sabtu (10/11) kemarin, Presiden Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus berperan aktif dalam memerangi kejahatan terorisme. Hal ini bertujuan untuk mengecilkan peluang terjadinya kejahatan tersebut.
“Karena tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat sulit rasanya kita melawan terorisme, tidak ada ruang sekecil apapun di negara kita Indonesia ini untuk geraknya terorisme,” kata Presiden kepada wartawan seusai acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1437 H di Kantor Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Jakarta Pusat, Minggu sore, 11 Desember 2016.
Sebagaimana dilansir dalam siaran pers Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi atas kerja keras Polri, khususnya tim Densus 88 yang telah berhasil mengungkap rencana aksi terorisme tersebut dan menyerukan untuk selalu waspada atas ancaman kejahatan serupa di masa yang akan datang.
“Saya menghargai kerja keras Polri, Densus 88 dalam mengungkap rencana sebelum itu terlaksana, dan ini juga menunjukkan bahwa terorisme itu masih ada dan nyata masih bergerak di negara kita,” ujar Presiden.
Menanggapi pertanyaan wartawan terkait Istana yang menjadi target utama, Presiden menyebutkan bahwa serangan terorisme bisa terjadi di mana saja, sudah menjadi tanggung jawab kita semua untuk terus memerangi terorisme.
“Yang namanya teroris itu tidak melihat, semuanya, masjid pernah, gereja pernah, hotel pernah, kedutaan pernah, jalan raya pernah, jadi oleh sebab itu pemerintah dan rakyat, Polri, terutama kita harus terus perangi terus,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, Tim Densus 88 Antiteror menangkap tiga orang terduga teroris di sebuah rumah kos di Jalan Bintara Jaya VIII, Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi, pada Sabtu, 10 Desember 2016. (Humas Kemensetneg)
Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Terorisme di Indonesia
0 Response to "Presiden Jokowi Tegaskan Tidak Ada Ruang Untuk Terorisme di Indonesia"
Post a Comment