Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Sejak diberlakukannya Kebijakan Satu Harga BBM di seluruh belahan nusantara sejak tanggal 1 Januari 2017 termasuk wilayah Papua, dampak positif kebijakan yang diturunkan oleh Presiden Jokowi tersebut belum juga memberikan dampak yang positif bagi masyarakat di beberapa provinsi di Indonesia termasuk Papua.


Hal ini dikatakan langsung oleh Ketua Umum Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Eni Maulani Saragih yang melihat bahwa hingga saat ini kisaran harga BBM di wilayah Timur Indonesia masih berkutat di angka Rp 35.000 hingga Rp 75.000 per liternya.


“Kenapa kok harga BBM di daerah ini belum seragam padahal Presiden telah menyampaikan kebijakan harga BBM satu harga. Disparitas harga BBM ini sungguh memberatkan masyarakat di daerah,” kata Mujarni kepada Jawa Pos, Kamis (19/1).


Erni mengambil contoh Distrik Elelim yang terletak di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua dimana harga BBM mencapai Rp 75.000 yang dibarengi dengan Rp 35.000 di wilayah Maluku.


Eni meminta, presiden Jokowi selalu memantau harga-harga BBM di daerah. Presiden jangan hanya percaya begitu saja atas laporan yang disampaikan Pertamina terkait harga BBM.


“Presiden Jokowi tolong cek kalau ada hal-hal seperti ini sehingga masyarakat mendapatkan harga yang sama. Jangan sampai Presiden mendapat info yang keliru,” tandasnya.


Kebijakan Satu Harga BBM diresmikan oleh Presiden Joko Widodo ketika melakukan kunjungan kerja sekaligus meresmikan Bandar Udara Nop Goliath di wilayah Pegunungan Tengah Papua beberapa waktu lalu.





Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Harga BBM di Papua Belum Merata, Jokowi Harus Turun Gunung"

Post a Comment