Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah Empat Tahun di Sorong Jadi Sorotan Dunia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah Empat Tahun di Sorong Jadi Sorotan Dunia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah Empat Tahun di Sorong Jadi Sorotan Dunia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise merasa malu dengan adanya kasus pemerkosaan dan pembunuhan yang dialami seorang bocah berusia empat tahun atas nama Kezia Mamansa oleh sekelompok manusia bejat yang menggegerkan warga Sorong pada hari Selasa (10/1).
Korban yang bahkan direndam dalam sebuah kali berlumpur tersebut langsung menjadi viral dan menjadi perhatian dunia. Dengan adanya kasus ini, Menteri Yohana mengakui dirinya merasa sangat malu karena kejahatan tersebut dilakukan oleh orang asli Papua.
“Terus terang sebagai orang Papua saya malu karena pelaku pembunuhan sadis di Kota Sorong itu adalah orang Papua dan terjadi di Tanah Papua yang selama ini dianggap tanah yang sangat-sangat damai,” kata Yohana ketika mengunjungi keluarga korban di Sorong, Sabtu (14/1).
“Beberapa minggu terakhir, saya mendapat surat dari berbagai pihak di seluruh Indonesia, bahkan dari beberapa kedutaan luar negeri menyoroti kasus kekerasan terhadap bocah Kezia itu,” katanya.
Sebelumnya diberitakan oleh media ini seorang bocah berusia empat tahun atas nama Kezia Mamansa diperkosa, dibunuh dan dikubur dalam sungai berlumpur pada Selasa (10/1).
Pihak kepolisian yang bergerak cepat langsung mengamankan tiga orang tersangka yang diduga bertanggung jawab atas kematian Kezia.
Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah Empat Tahun di Sorong Jadi Sorotan Dunia
0 Response to "Kasus Pemerkosaan dan Pembunuhan Bocah Empat Tahun di Sorong Jadi Sorotan Dunia"
Post a Comment