Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Indonesia sementara memutuskan kerjasama militer dengan negara tetangga Australia setelah terdapat bahan ajar di sekolah Angkatan Darat Australia di Perth yang melecehkan lambang Pancasila dengan sebutan five crazies (pancagila).


Merespon temuan itu, Menteri Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu mengatakan penghentian sementara ini merupakan sikap tegas yang harus diambil karena sudah menyangkut harga diri Indonesia sebagai sebuah bangsa. Ia pun membenarkan soal adanya plesetan Pancasila menjadi pancagila.


“Insiden bermula ketika instruktur bahasa Indonesia yang berasal dari Kopassus merasa ada unsur materi pelajaran yang menghina Indonesia saat mengajar bahasa Indonesia di pangkalan militer di Perth,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (5/1) kemarin.


Tak cuma menghina Pancasila, oknum militer Australia juga disebut melakukan provokasi dengan menyinggung persoalan Papua dan PKI beberapa puluh tahun lalu. Hal itu menurut Ryamizard sebagai sebuah masalah serius dalam kerjasama militer yang sudah dibangun kedua negara.


Sementara itu Menteri Pertahanan Australia Marise Payne cukup menyesali adanya temuan soal penghinaan kepada lambang negara Indonesia. Ia berjanji segera menyelesaikan masalah ini agar kerjasama kedua negara dapat kembali berjalan.


Namun soal Papua, Payne mengatakan hal itu hanya coba dibesar-besarkan. “Isu soal Papua hanya dibesarkan oleh Menteri Pertahanan Indonesia,” ujarnya dikutip Kantor Berita Associated Press.


Presiden Jokowi sendiri mengatakan masalah Pancasila yang dilecehkan memang harus diselesaikan sebagai syarat kembali melanjutkan kerjasama militer. Kendati begitu Presiden memastikan hal ini tidak akan mengganggu hubungan bilateral kedua negara yang tetap berjalan normal.


“Hubungan Indonesia-Australia tetap baik,” tegasnya.





Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pancasila Dihina, Indonesia Stop Kerjasama Militer Dengan Australia"

Post a Comment