DIJEBLOSKAN PENJARA GARA GARA REBUTAN BATAS TANAH, PELAKU BAWA SABIT & MENGANCAM AKAN MEMBACOK

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang DIJEBLOSKAN PENJARA GARA GARA REBUTAN BATAS TANAH, PELAKU BAWA SABIT & MENGANCAM AKAN MEMBACOK, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai DIJEBLOSKAN PENJARA GARA GARA REBUTAN BATAS TANAH, PELAKU BAWA SABIT & MENGANCAM AKAN MEMBACOK kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan DIJEBLOSKAN PENJARA GARA GARA REBUTAN BATAS TANAH, PELAKU BAWA SABIT & MENGANCAM AKAN MEMBACOK mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Pelaku Dalam Kondisi Mabuk Mengancam dan
Membawa Sabit mendatangi Rumah Nasri
Metro Realita Grobogan
Seorang pria mabuk mengamuk setelah menabrak papan dinding rumahnya dengan sepeda motor Vario hingga ambrol,namun dalam kondisi mabuk pelaku memegang sabit  kemudian menuju rumah Muhamad Nasri(45)warga Desa Winong RT01/05 Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan.
Pelaku Eko Budiyono Bin Samsul (30)
hendak melampiaskan kemarahanya sambil memegang Sabit masih mencari dan mengancam Muhamad Nasri tepat selasa (14/2) Pukul 15.00 WIB ,namun karena Muhamad Nasri  tak ada dirumah  masih bekerja menanam melon disawah akhirnya pelaku eko menghujamkan sabitnya di jok motor milik korban.

Hingga Warga sekitar rumah yang melihat kejadian itu langsung sembunyi karena teriakan pelaku yang keras sambil mengayunkan sabit didepan rumah korban,spontan warga kaget karena digegerkan oleh pelaku yang mabuk membawa sabit sambil berteriak kencang mencari korban namun sebagian warga yang melihatvkejadian ini menghubungi Polisi Polsek Penawangan.
Beruntung anggota Polisi sektor penawangan langsung bergerak cepat langsung menuju tempat kejadian,dan menangkap pelaku beserta barang bukti sepeda motor dan sabit.

Saksi tetangga dekat pelaku mengatakan,Eko biasanya kerja dijakarta dan baru pulang sekitar 3 hari yang lalu tiba tiba marah dan menggegerkan warga karena membawa sabit sehingga warga takut,jelas ini sudah meresahkan tetangga pak,dan biasanya kalau marah sering membakar meja kursi perabotan rumahnya sendiri,selain itu juga sering gelutan bila ada tontonan pak,eko saat itu mencari Nasri kemudian digrebeg polisi dan dibawa Polisi,alhamdullilah ketakutan warga hilang."kata saksi yang enggan disebut namanya

Pelaku Eko Budiyono menikah dengan Parti tetangga sebelah rumah,namun setelah bercerai selama 8 tahun Eko Budiyono menikah lagi  dengan  Kronologis kejadian saat emosi pelaku meluap karena saat masih minum alkohol sejak pagi sampai rumah justru ditambah keluhan mbokdenya yang bernama Masmi (66) bersama pakdenya Sarmo Bint patmi warga Dusun jetak desa Winong  Rt 04 RW 05 dalam keluhan tersebut mengatakan."Ko mbokdemu sedih masalah wates omahe dewe awit biyen kok selalu diambil ukuranya oleh pak Nasri tonggo sebelah omah,ko kae wates dikeduki tonggo sebelah tidak omong,lemah etan kok dikeduki wes ledok,padahal saya dari kecil melihat itu wates lha wates kok dikeduk dipotong potong tapi kalau sayavingatkan malah saya saya dikroyok ,Kae Gedang itu tandurane wong mati,saat itu saya perut saya keras terasa penuh batu dan tenggorakan saya kaku,badan terasa setengah mat setelah mengingatkan permasalah wates."kata Masmi.

Setelah eko mendengar keluhan mbokdenya Masmi tentang batas rumah pada sisi samping bersebelahan dengan rumahnya Nasri dari dahulu sampai sekarang perseteruan tak kunjung selesai akhirnya meluap emosinya,spontan mencari Nasri dambil membawa sabit.

Saat Eko marah dalam kondisi mabuk pergi menggunakan kendaraan roda dua jenis Honda Vario ban depan menabrak rumah hingga papanya jebol,hingga tedengar suara benturan yang kuat sehingga warga yang mendengar kaget lalu keluar rumah,"saat itu saya panggil suami saya Mbah Sarmo dan berteriak mbah bangun mbah cepat bangun Eko bawa sabit,kejar Eko mbah lalu setelah dikejar dan sampai depan rumahnya Masri Eko sudah berteriak teriak dan mengancam ngancam nantang pak Masri,
Setelah mbah Sarmo mengejar lalu mengatakan ."ojo melok melok bu saya panggil pak Rt Wardiyo dan pak Rw Jasmo dulu,namun setelah pak rt dan pak rw saya telpon tidak diangkat lalu istri saya pingsan karena sudah ditangkap polisi dan digelandang ke Resort Penawangan."kata Marmo.

Setelah ditangkap dan dijebloskan dalam tahanan Resort Penawangan 
Kanit Reskrim Polsek Penawangan AIPTU Murdomo mengatakan."pelaku akan dikenakan pasal 408 KUHP  denda Rp.7500.000 ancaman 3 bulan penjara ,Pengrusakan ringan karena  merusak jok,kami akan panggil semua saksi dilapangan dan permintaan dari keluarga warga atau keluarga karena rumah dengan Eko dan Nasri bersebelahan,malam ini Eko masih didalam sel tahanan karena kondisinya masih mengandung alkohol,andai kata dipulangkan masyarakat kurang berkenan karena demi keamanan bersama serta barang bukti dan sajam sudah di Polsek (motor bagian jok kena sabetan sabit)Kerusakan motor merk Suzuki Shogun milik Narmo sudah kami amankan tegas." Aiptu Murdomo.(bagus murgan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "DIJEBLOSKAN PENJARA GARA GARA REBUTAN BATAS TANAH, PELAKU BAWA SABIT & MENGANCAM AKAN MEMBACOK"

Post a Comment