Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Luar Biasa! Lewat Papua, Indonesia Ekspor Beras ke PNG, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Luar Biasa! Lewat Papua, Indonesia Ekspor Beras ke PNG kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Luar Biasa! Lewat Papua, Indonesia Ekspor Beras ke PNG mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Setelah puluhan tahun sejak merdeka mengimpor beras dari negara-negara tetangga, Indonesia akhirnya mulai mengekspor beras ke Papua New Guinea (PNG) yang memanfaatkan hasil panen sawah petani di Merauke.
Kerjasama ekspor beras ke PNG dilakukan secara simbolis oleh perwakilan kedua negara di tengah-tengah sawah Merauke, Senin (13/02/2017) kemarin, yang menandai mulainya Indonesia menjadi negara penyuplai beras.
“Mimpi kita dulu sudah jadi kenyataan yaitu ekspor beras ke negara tetangga, PNG. Kemudian luas lahan sawah kita tambah terus. Yang terpenting kita sudah memenuhi kebutuhan dalam negeri, selebihnya diekspor,” ujar Menteri Pertanian, Andi Amran di Merauke.
Ia menjelaskan ekspor beras ke PNG ini sekaligus menjadi bukti sawah yang ada di Merauke kini dapat menjadi tumpuan kebutuhan beras masyarakat Papua. Dengan begitu, masyarakat ke depan dapat menikmati beras dengan harga yang lebih murah.
“Selama ini kan mahal dikirim dari luar Papua, biaya angkut beras ditanggung masyarakat. Dampaknya terjadi inflasi dan kemiskinan meningkat,” sambung Amran.
Selain di Merauke, Mentan juga mengharapkan pulau-pulau lain di Indonesia dapat melakukan swasembada pangan khususnya beras. Sehingga ke depan harga beras di seluruh wilayah Indonesia menjadi murah.
Gubernur Papua Lukas Enembe yang turut mendampingi Mentan Andi Amran di Merauke mengaku bangga karena akhirnya Indonesia dapat mengekspor beras dan dilakukan dari Papua. Gubernur ingin agar ekspor beras dari Merauke dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Puluhan tahun kita mimpikan Merauke menjadi lumbung padi nasional, tapi baru kali ini melakukan ekspor. Mudah-mudahan ini akan dilakukan secara terus menerus tiap tahun,” papar Enembe.
Indonesia dan PNG sepakat melakukan ekspor beras organik premium setiap tahun dengan harga Rp. 10.000/kg. Harga ini, menurut Konsulat Jenderal Papua Nugini Untuk Papua Geoffrey Wiri sangat mengejutkan karena tergolong murah.
Ia lalu berjanji ke depan PNG akan mempertimbangkan untuk menghentikan impor beras dari Filipina dan Thailand, dan beralih ke beras Indonesia yang berada di Merauke.
“Impor dari merauke ini sangat mengejutkan. Harga beras Merauke lebih murah dari negara lain. Untuk itu kami berjanji untuk hentikan impor dari negara lain selain Indonesia,” ujar Wiri.
Luar Biasa! Lewat Papua, Indonesia Ekspor Beras ke PNG
0 Response to "Luar Biasa! Lewat Papua, Indonesia Ekspor Beras ke PNG"
Post a Comment