Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang HARGA CABE MAKIN NAIK DIMUSIM PENGHUJAN, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai HARGA CABE MAKIN NAIK DIMUSIM PENGHUJAN kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan HARGA CABE MAKIN NAIK DIMUSIM PENGHUJAN mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
 |
Pasar Tradisional Desa Temon Brati Km 5 Purwodadi
Pati Jawa Tengah |
Grobogan Metro Realita Cyberthug
Harga cabai di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah hari ini (6/2) 2017 mencapai Rp130 ribu tiap kilogramnya.
Naiknya haga cabe tersebut dipicu oleh cuaca buruk,karena ladang petani Kabupaten Grobogan terkena banjir dan hujan diguyur hujan terus
menerus.
Kenaikan harga cabai rawit merah di pasar induk Purwodadi dan Pasar Tradisional Desa Temon Brati di KM 5 tersebut masih bertahan di Rp 130 ribu setiap kilogramnya.Hal tersebut juga diakibatkan karena terbatasnya pasokan dari daerah penghasil.
Warsio(37) petani cabe asal Brati,beberapa bulan lalu di Brati Dan Klambu Petani bisa meraup keuntungan menanam buah melon ,namun kali ini ladang saya sebagian saya tanami cabe,karena sering hujan dan banjir maka petani gagal panen bahkan produksinya tidak memuaskan, sehingga kami tak bisa memenuhi cabe ke pedagang dipasar kalau cuaca mulai bersahabat, petani bisa panen cabe." harapnya.
Pedagang Pasar Temon Brati sudah mulai mengeluh,mereka mengaku, jika stok cabai sudah benar-benar kosong, dan harganya makin hari melambung maka akan beralih dengan berdagang saur rempah lainya.
Pedagan di Lapak Pasar Temon Hartatik (34) mengatakan."meminta pemerintah Kabupaten Grobogan dapat memperhatikan nasib petani."mbok ya o pemerintah dapat menanggulangi banjir ,tiap hujan selalu banjir maka hal ini akan membuat petani gagal panen, "Berilah bantuan dan pengarahan kepada petani supaya semangat nanam cabai serta diberi bantuan modal bagi pedagang dan petani agar bisa jadi solusi menanam cabe dan tidak mengandalkan cabe impor."Kata Hartatik
Kenaikan harga Cabe yang sangat berpotensi terus melambung dari Rp 130/kilo dikhawatirkan bisa mencapai Rp 200/kilo,Penyebab kenaikan harga cabai ini karena menurunya pasokan cabe di pasar dengan kebutuhan yang diperlukan akibat curah hujan tinggi di sejumlah sentra produksi cabai.
Harga ini akan terus bergerak naik karena supply tidak seimbang.Banyak petani Grobogan yang mengalami gagal panen, bahkan sering terjadi banjir di wilayah penghasil dan curah hujan tinggi sehingga menyebabkan produksi berkurang
Cabe merupakan salah jenis sayuran dan buah yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat bila permintaan semakin tinggi, harganya akan semakin naik,Cara mengatasi kenaikan harga cabe adalah menanggulangi banjir di Kabupaten Grobogan,supaya tanaman cabe petani tak terendam lagi.(Bagus Murgan)
0 Response to "HARGA CABE MAKIN NAIK DIMUSIM PENGHUJAN"
Post a Comment