JR Saragih Bantah Ada Lintah di Danau Toba

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang JR Saragih Bantah Ada Lintah di Danau Toba, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai JR Saragih Bantah Ada Lintah di Danau Toba kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan JR Saragih Bantah Ada Lintah di Danau Toba mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Bupati Simalungun JR Saragih (paling kanan) saat melakukan peninjauan perairan Danau Toba di Parapat, Rabu (22/2/2017). Foto Silverius Bangun (FB).

BeritaSimalungun.com, Parapat-Bupati Simalungun Jopinus Ramli (JR) Saragih menampik adanya pencemaran limbah dan lintah di perairan Danau Toba, khususnya di Parapat. JR Saragih juga membantah peryataan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara Hidayati yang mengatakan sejak 2012 sudah ada lintah di perairan Danau Toba.

“Itu kan menurut dia (Hidayati Kadis LH Sumut). Tapi yang punya wilayah ini saya. Saya mengatakan tidak ada lintah di Perairan Danau Toba. Apalagi sampai ada yang mengatakan ada korban. Gak ada itu,” kata JR Saragih saat melakukan peninjauan perairan Danau Toba di Parapat, Rabu (22/2/2017).

JR Saragih memastikannya setelah stafnya di Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Simalungun melakukan pengujian baku mutu air dan temuan limbah. Selain menunggu stafnya bekerja, JR Saragih juga mengunjungi Danau Toba di Parapat. Dia bersama rombongan juga akan mandi di pinggiran Danau Toba itu.

“Saya sudah mandi Parapat. Kita yang pertama, kita juga punya BLH, sudah kita cek korbannya siapa gak ada. Di sana lintahnya juga gak ada. Itu lah kami upayakan. Satu lintah pun gak ada kami temukan,”katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumut, Hidayati, tak memungkiri munculnya hewan jenis lintah dan kutu di perairan Danau Toba yang ramai diberitakan belakangan ini. Ia mengaku sudah menemukan lintah di perairan Danau Toba pada 2012 lalu, tepatnya di kawasan Ajibata. Menurut Hidayati, kondisi itu membuktikan kondisi air yang sudah tercemar.

“Karena lintah itu merupakan jenis hewan yang bisa hidup di tempat tercemar, jadi memang kondisi Danau Toba itu sudah tercemar,” kata Hidayati di Medan, Senin (20/2/2017) lalu. Menurut Hidayati, mirisnya kondisi lingkungan di sekitar Danau Toba saat ini bukan semata tanggung jawab instansi yang dipimpinnya.

Semua pihak, termasuk masyarakat, harus bersinergi dan berkomitmen membenahi kondisi lingkungan di kawasan yang digadang bakal menjadi Monaco of Asia tersebut. Menurut Hidayati, pencemaran di perairan Danau Toba terjadi di sejumlah titik tertentu dengan kondisi oksigen terlarut yang sangat minim.

Sumber utama pencemaran adalah limbah yang berasal dari pakan ikan dan industri lainnya di sekitar danau. Namun, limbah domestik dari masyarakat juga memiliki andil.


Selanjutnya juga akan ditetapkan daya tampung produksi ikan, yang untuk sementara ini ditetapkan sebanyak 50 ribu ton per tahun oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI melalui surat nomor S.555/MENLHK/PPKL/PKL.2/12/2016 tentang Daya Dukung dan Daya Tampung (DDDT). (BS-1)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "JR Saragih Bantah Ada Lintah di Danau Toba"

Post a Comment