Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Masalah yang menghantam perusahaan tambang asing milik Amerika Serikat yang berdiri di Provinsi Papua, PT Freeport, terus bertambah dengan laporan terbaru tentang bagaimana warga di sekitar lokasi kegiatan tambang perusahaan multinasional itu mendapatkan air bersih.


Memang benar bahwa selama ini limbah milik PT Freeport yang mengaliri lima sungai di wilayah tersebut membuat masyarakat setempat tersiksa lantaran susahnya mendapatkan pasokan air bersih.


Hal ini diungkapkan Aktivis Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) yang menilai Freeport bertanggung jawab penuh untuk memulihkan kembali ekosistem dan lingkungan yang rusak di wilayah tambang tersebut berdiri sejak puluhan tahun yang lalu.


“Bicara Freeport itu bukan hanya bicara soal divestasi atau pendapatan yang kita peroleh dari Freeport. Tetapi banyak dampak yang dilahirkan dari pertambangan yang mereka lakukan selama ini. Semua komponen harus memperluas arena pembicaraan Freeport, juga bicara kerusakan lingkungan, pelanggaran HAM,” ujar Pegiat JATAM Siti Maimunah dalam rilis yang diterima media ini, Senin (27/2).


Selain lima sungai yang dialiri limbah milik PT Freeport, tingkat polusi juga menjadi salah satu kendala yang disebabkan oleh hasil pembakaran batu bara sehingga Freeport dinilai harus segera angkat kaki dari Bumi Cenderawasih jika enggan menuruti aturan pemerintah.


“Belum lagi soal polusi hasil pembakaran batu bara. Jadi kalau bisa jangan ada lagi tawar menawar dengan Freeport. Kalau tidak mau ikut aturan, ya sudah diberhentikan saja,” katanya.





Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Limbah Freeport Merupakan Biang Keladi Susahnya Warga Mendapatkan Air Bersih"

Post a Comment