Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lukas Enembe Sebut Dirinya Bukan Gubernur Mata Duitan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lukas Enembe Sebut Dirinya Bukan Gubernur Mata Duitan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lukas Enembe Sebut Dirinya Bukan Gubernur Mata Duitan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Konspirasi jelang Pilkada Serentak 2017 terus berlangsung setelah Kepada Dinas PU Provinsi Papua, Mikael Kambuaya ditetapkan sebagai tersangka korupsi proyek pembangunan ruas jalan Kemiri-Depapre yang bersumber dari APBD Perubahan 2015 sebesar Rp89,5 miliar.
Lukas Enembe sebagai Gubernur Papua menaruh curiga kepada pemerintah yang dinilai sedang bermain untuk menjatuhkan citranya sebagai seorang Gubernur.
Hal ini diutarakan Lukas setelah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit.
“Hasil BPK tidak ada temuan, apakah ini ada kaitannya dengan pilkada dan kepentingan politik,” kata Lukas dilansir Antara, Kamis (9/2) kemarin.
Politikus dari Partai Demokrat tersebut juga mengakui bahwa dirinya bukanlah pejabat yang mata duitan namun pemimpin yang melayani.
“Dari dulu saya memposisikan diri sebagai gubernur yang mengurus rakyat dan bukan semata-mata mencari uang,” katanya lagi.
Sebelumnya diberitakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Kepala Dinas PU Provinsi Papua Mikael Kambuaya sebagai tersangka dalam proyek pembangunan ruas jalan Kemiri-Depapre yang bersumber dari APBD Perubahan 2015 sebesar Rp89,5 miliar dengan indikasi kerugian negara yang mencapai angka Rp 42 miliar.
Selain menetapkan MK sebagai tersangka, KPK juga memeriksa tujuh saksi yakni berinisial BT, ET, FE, IPA, NY, RBF dan KS, dan sebagian besar bekerja sebagai staf di Dinas PU Provinsi Papua.
Lukas Enembe Sebut Dirinya Bukan Gubernur Mata Duitan
0 Response to "Lukas Enembe Sebut Dirinya Bukan Gubernur Mata Duitan"
Post a Comment