Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Polemik tambang emas terbesar di dunia yang saat ini tengah diperdebatkan PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Indonesia mendapat sorotan dari Gubernur Papua Lukas Enembe. Ia menyampaikan kini waktunya bagi Freeport untuk mengikuti ‘aturan bermain’ yang dikeluarkan Pemerintah Indonesia.


Setelah sekian lama mengelolah tambang emas di Papua dengan mengantongi Kontrak Karya (KK), Freeport kini hanya akan diberikan Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) oleh Pemerintah Indonesia dalam melanjutkan proses produksi konsentrat emas di Tembagapura.


“Sudah waktunya bagi mereka untuk tunduk dan taat mengikuti aturan Indonesia. Sudah 48 tahun mereka menggali emas dengan menggunakan Kontrak Karya, itu sudah cukup. Sekarang waktunya mengikuti peraturan perundang-undangan Pemerintah Indonesia,” kata Enembe, Selasa (21/02/2017).


Ia mengatakan Pemprov Papua sangat mendukung langkah yang diambil dalam IUPK agar saham Freeport sebesar 51 persen jatuh ke tangan pemerintah Indonesia. Hal ini menjadi sebuah keharusan, kata Enembe, yang harus juga dipatuhi Freeport.


Diberitakan HarianPapua.com sebelumnya, saat ini Freeport tengah menghentikan kegiatan menambang emas dan tembaga lantaran dicabutnya izin ekspor konsentrat oleh Pemerintah Indonesia. Langkah ini membuat Freeport hanya bisa mengirim 40 persen konsentrat ke perusahaan Smelter di Gresik Jawa Timur.


Buntut jangka pendek yang kini dirasakan yaitu Freeport telah merumahkan ribuan karyawan demi menjaga stabilitas keuangan perusahaan.


“Ini (PHK karyawan) bukan untuk bernegosiasi dengan Pemerintah Indonesia. PHK terpaksa dilakukan karena kami harus mengurangi biaya-biaya yang harusnya dapat kami terima sebagai pendapatan,” kata President and CEO Freeport McMoRan Inc, Richard C Adkerson, Senin (20/2) lalu.





Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Lukas Enembe : Sudah Saatnya Freeport Ikut Aturan Main Indonesia"

Post a Comment