Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Pilkada di Kota Jayapura Sunyi, Enembe Tuding KPU Tidak Bekerja Secara Maksimal, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Pilkada di Kota Jayapura Sunyi, Enembe Tuding KPU Tidak Bekerja Secara Maksimal kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Pilkada di Kota Jayapura Sunyi, Enembe Tuding KPU Tidak Bekerja Secara Maksimal mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Minimnya jumlah partisipasi pemilih pada Pilkada 2017 di Kota Jayapura membuat Gubernur Papua Lukas Enembe angkat bicara.
Menurut Lukas, selama ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak bekerja secara maksimal sehingga terdapat 60 persen warga yang tidak menggunakan hak suaranya.
Selain menuding KPU tidak bekerja secara maksimal, Lukas juga mengatakan bisa saja minimnya para peserta di Kota Jayapura disebabkan oleh banyaknya masalah yang timbul di kota dengan slogan ‘Jayapura Kota Beriman’ itu.
“Saya pikir KPU belum maksimal melakukan sosialisasi, mungkin waktu kurang atau di kota ini terlalu banyak masalah,” terang Lukas yang melakukan pencoblosan di TPS 23, Rabu (15/2).
Pernyataan Lukas juga didukung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua TEA Hery Dosinanen, yang menganggap KPU gagal dalam mengolah DPT sehingga banyak wargat yang tidak menerima undangan untuk mencoblos.
“Pilkada di kota sedang berjalan dan landai-landai saja, sayangnya banyak masyarakat yang tidak mendapat undangan mencoblos,” katanya.
Pilkada di Kota Jayapura Sunyi, Enembe Tuding KPU Tidak Bekerja Secara Maksimal
0 Response to "Pilkada di Kota Jayapura Sunyi, Enembe Tuding KPU Tidak Bekerja Secara Maksimal"
Post a Comment