Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Tuntutan Tidak Dipenuhi, Ratusan Massa Rusak Kantor KPUD Intan Jaya, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Tuntutan Tidak Dipenuhi, Ratusan Massa Rusak Kantor KPUD Intan Jaya kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Tuntutan Tidak Dipenuhi, Ratusan Massa Rusak Kantor KPUD Intan Jaya mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Intan Jaya dilaporkan rusak parah setelah dirusak ratusan massa pendukung salah satu paslon Bupati yang mengikuti Pilkada Serentak, Kamis (23/02/2017) kemarin.
Pengrusakan dilakukan kurang lebih 500 pendukung paslon nomor urut 2 Yulius Yapugau dan Yunus Kelabetme dengan melempar kantor menggunakan batu dan kayu. Tak cuma itu, massa juga berani melompat masuk ke halaman kantor melalui pagar agar lebih leluasa menjalankan aksinya.
Aksi massa ini dipicu karena KPUD Intan Jaya belum juga melakukan pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati sehingga massa meminta agar KPUD segera melakukan pleno.
Pihak KPUD Intan Jaya menyampaikan pleno penetapan memang belum bisa dilakukan karena masih ada dua Panitia Pemilihan Distrik (PPD) yang belum melakukan penginputan data.
Namun massa yang tak mau menerima alasan tersebut nekat melakukan pengrusakan sehingga kantor KPUD Intan Jaya rusak parah.
“Kelompok massa ini menuntut agar pleno segera dilaksanakan, namun situasi dapat dikendalikan oleh Polisi dengan memberikan penjelasan kepada mereka bahwa penginputan data PPD belum selesai sehingga pleno belum bisa dilaksanakan,” ujar Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal.
Selain merusak kantor KPUD Intan Jaya, massa paslon nomor urut 2 ini juga sempat terlibat pertikaian dengan massa pendukung paslon Pertahana nomor urut 3 akibat hanya karena berjumpa di sekitar kantor KPUD Intan Jaya.
Sementara itu, KPUD Intan Jaya memang belum bisa melakukan pleno penetapan karena dua distrik masing-masing Distrik Wandai dan Distrik Agisiga hingga kini belum menginput data hasil pilkada 15 Februari 2017 lalu.
Tuntutan Tidak Dipenuhi, Ratusan Massa Rusak Kantor KPUD Intan Jaya
0 Response to "Tuntutan Tidak Dipenuhi, Ratusan Massa Rusak Kantor KPUD Intan Jaya"
Post a Comment