Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Demokrasi di Papua Belum Beranjak Dewasa, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Demokrasi di Papua Belum Beranjak Dewasa kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Demokrasi di Papua Belum Beranjak Dewasa mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Pilkada serentak di 11 Kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua masih belum beranjak ke jenjang demokrasi yang lebih dewasa.
Jika pada tahun 2015 lalu aksi pemungutan suara ulang atau PSU dilakukan hanya di Kabupaten Mamberamo Raya, berbeda dengan Pilkada tahun 2017 yang mana akan dilakukan aksi PSU bahkan di ratusan TPS yang tersebar di 17 distrik seperti yang terlihat di Kabupaten Jayapura.
Hal ini menunjukan bahwa demokrasi di wilayah Provinsi Papua terlebih khusus di sejumlah daerah yang harus melakukan PSU masih jauh dari harapan dan belum bisa dikatakan telah menjadi demokrasi yang dewasa atau matang.
Kondisi tersebut juga dinilai bisa saja menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat dan tentunya dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat di Bumi Cenderawasih sendiri.
“Bila semua dilaksanakan sesuai aturan maka diharapkan tidak ada bentrok antarpara pendukung apalagi sampai menimbulkan korban jiwa,” ujar Gubernur Papua, Lukas Enembe dalam acara “coffee morning” yang juga dihadiri Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua KPU Papua Adam Arisoy, Ketua Bawaslu Papua Feggi Wattimena, Dan Lantamal Jayapura Laksamana Pertama Heru, Kasdam XVII Cenderawasih Brigjen TNI Herman Asaribab, Ka Binda Papua Brigjen TNI Gustav serta sejumlah tokoh agama.
Demokrasi di Papua Belum Beranjak Dewasa
0 Response to "Demokrasi di Papua Belum Beranjak Dewasa"
Post a Comment