Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Bupati Kabupaten Mimika Eltinus Omaleng menyebutkan bahwa PT Freeport harus tunduk kepada aturan pemerintah dan menjalankan bisnis sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di Indonesia terlebih khusus Papua.


Bupati Omaleng menegaskan bahwa Freeport sebagai perusahaan multinasional tidak boleh seenaknya mengatur negara dan sudah seharusnya Freeport berterimakasih karena telah mengeruk hasil alam Papua selama 50 tahun tanpa memberikan kontribusi yang nyata hingga saat ini.


“Pesan dan sikap tegas saya kepada PTFI adalah jangan bandel terhadap aturan atau regulasi yang ditetapkan Pemerintah Indonesia tetapi patuhilah PP Nomor 1 Tahun 2017. Ini adalah peraturan Negara Republik Indonesia bukan aturan perusahaan. Sudah cukup 50 tahun kami orang Papua dan bangsa Indonesia menderita. Kepada para karyawan PTFI jangan mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar. Bersama kita berjuang untuk kesejahteraan dan hidup yang lebih layak. Jangan lagi mau diperbudak dengan segala macam aturan PTFI,” tegas Bupati Eltinus dilansir Antara.


“Jangan hanya melihat hari ini saja tetapi berpikirlah tentang apa yang bisa didapat di kemudian hari. Jangan sampai hasil alam kita habis dikeruk oleh PTFI dan akhirnya nanti kita dan generasi masa depan yang menderita selamanya,” katanya.


Bupati Omaleng juga membantah ketika disinggung soal pemberitaan di berbagai media massa terkait demo karyawan PTFI yang disebutnya sebagai demo ‘pasukan nasi bungkus’.


“Perlu saya tegaskan di sini bahwa istilah kata pasukan nasi bungkus untuk karyawan PT Freeport yang unjuk rasa adalah tidak benar, media telah plintir pernyataan saya. Saya tidak mengatakan bahwa karyawan PTFI yg berunjuk rasa di Kementrian ESDM adalah pasukan nasi bungkus, itu pemberitaan yang tidak benar. Itu istilah apa? Silahkan saja dicek kepada media tersebut apa benar saya mengeluarkan kata-kata seperti itu?,” ujar Eltinus.


“Justru dalam unjuk rasa di depan kantor Kementrian ESDM itu para karyawan PTFI yg menyampaikan kata-kata tidak sopan dan tidak etis tentang saya bahwa saya ‘bupati penghianat dan pengecut’. Memangnya saya pengecut dan penghianat apa?,” sambungnya.





Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jangan Biarkan Freeport Ambil Hasil Alam Untuk Generasi Masa Depan Papua"

Post a Comment