Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Lima Tahun Tidak Cukup Untuk Membangun Infrastruktur di Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Lima Tahun Tidak Cukup Untuk Membangun Infrastruktur di Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Lima Tahun Tidak Cukup Untuk Membangun Infrastruktur di Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Gempuran pembangunan infrastruktur di tanah Papua terus berlanjut demi menciptakan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia terlebih khusus di wilayah Provinsi Papua.
Infrastruktur fisik yang dibangun di Papua antara lain berupa Jalan Trans-Papua, bidang Sumber Daya Air (SDA), bidang Cipta Karya, dan perumahan.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ketika berdiskusi bersama tiga menteri lainnya yaitu Menteri Perhubungan, Menteri ESDM dan Menteri Kominfo pada acara diskusi media bertajuk “Visi Indonesia Sentris Pemerataan di Papua” di Jakarta pada hari Minggu (5/3) kemarin mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur tak bisa dilakukan jika hanya dalam kurun waktu lima tahun saja.
“Pembangunan infrastruktur tidak bisa dilakukan dalam 5 tahun. Kami mendasarkan pembangunan di Papua pada Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007,” terang Menteri Basuki.
Lebih lanjut Basuki menjelaskan bahwa pembangunan di Papua selama ini dilakukan berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2007 Tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat.
Hingga berita ini diturunkan terdapat 13 ruas jalan yang sementara dibangun di bawah komando Direktorat Jenderal Bina Marga.
Berikut daftarnya:
1. Ruas Jalan Kwatisore (Batas Provinsi Papua Barat) – Nabire (Batas Kota) (203,32 kilometer)
2. Ruas Jalan Nabire-Wagete-Enarotali (275,50 kilometer)
3. Ruas Jalan Enarotali-Ilaga-Mulia-Wamena (Usilimo) (513,40 kilometer)
4. Ruas Jalan Wamena-Elelim-Jayapura (585,00 kilometer)
5. Ruas Jalan Kenyam-Dekai ( 284,30 kilometer)
6. Ruas Jalan Wamena-Habema-Kenyam-Mumugu (284,30 kilometer)
7. Ruas Jalan Dekai-Oksibil (231,60 meter)
8. Ruas Jalan Oksibil-Waropko (135,01 kilometer)
9. Ruas Jalan Waropko-Tanah Merah-Merauke (533,06 kilometer)
10. Ruas Jalan Wagete-Timika (222,43 kilometer)
11. Ruas Jalan Yetti-Ubrub-Towe Hitam-Oksibil (313,74 kilometer)
12. Ruas Jalan Hamadi-Holtekamp-Koya-Skouw/ Batas Papua Nugini (51,83 kilometer)
13. Ruas Jalan Mindiptanah-Kombut (41 kilometer)
Lima Tahun Tidak Cukup Untuk Membangun Infrastruktur di Papua
0 Response to "Lima Tahun Tidak Cukup Untuk Membangun Infrastruktur di Papua"
Post a Comment