Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.



HarianPapua.com – Menteri ESDM Ignasius Jonan menyindir peran PT Freeport yang telah berdiri hingga lima dekade di Bumi Cenderawasih namun belum memberikan dampak yang nyata dalam pembangungan terlebih khusus infrastruktur yang membuat Papua semakin tertinggal setiap harinya hingga Joko Widodo dilantik menjadi Presiden Republik Indonesia.


Jonan menilai dana yang mengalir dari pemerintah pusat untuk pembangunan di Papua dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk tahun 2017 mencapai Rp 42,1 triliun dan Rp 15,4 triliun untuk wilayah Papua Barat.


“Dana transfer ke Papua itu Rp 57,4 triliun,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dilansir detik.com, Minggu (5/3) kemarin.


Bahkan dana yang dikucurkan pemerintah dalam kurun tiga tahun terakhir untuk pembangunan di Papua jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan PT Freeport yang sudah mengeruk emas selama puluhan tahun di Tanah Papua.


“Sementara Freeport bayarnya (ke pemerintah) Rp 8 triliun setahun, ini dana pemerintah untuk membangun Papua lebih banyak lho,” kata Jonan.


Ini menandakan peran Freeport untuk pembangunan Papua tidak begitu besar. Sejatinya Jonan mengharapkan peran yang besar dari sektor swasta untuk memasukan perekonomian di Papua secara keseluruhan namun sayang hingga saat ini Freeport hanya ingin terus mengeruk emas di Bumi Cenderawasih namun enggan memberikans sesuatu yang memberikan dampak positif sejauh ini.





Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Menteri ESDM Sindir Freeport yang Mata Duitan dan Enggan Membangun Papua"

Post a Comment