Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Seratus Kontainer Kayu Olahan Dari Papua Akan Dikirim ke Tiongkok, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Seratus Kontainer Kayu Olahan Dari Papua Akan Dikirim ke Tiongkok kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Seratus Kontainer Kayu Olahan Dari Papua Akan Dikirim ke Tiongkok mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Sebanyak 100 kontainer kayu olahan jenis Merbau akan dikirim menuju Shanghai, Tiongkok oleh para pengusaha yang bekerjasama langsung dengan pemerintah Provinsi Papua.
Pengiriman kayu olahan berupa ‘flooring’ dan ‘dorgem’ tersebut menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Yan Jap Ormuseray akan dikoordinasi terlebih dahulu bersama Iswa Komda Papua dan PT Pelindo 4 Jayapura.
“Ekspor ini merupakan yang ketiga kalinya, di mana sebelumnya yakni pada 9 April 2016 sebanyak 40 kontainer dan kedua pada 9 Januari 2017 sebanyak 30 kontainer,” terang Yan dilansir Antara, Senin (20/3) kemarin.
Terkait pembagian hasil ekspor 100 kontainer kayu Merbau tersebut Yan mengatakan bahwa semua pihak akan mendapatkan keuntungan.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua mendapatkan bagian lewat pembayaran Provisi Sumber Daya Hutan (PSDH) sedangkan masyarakat akan mendapatkan jatah dari kompensasi hak ulayat yang diatur dalam peraturan gubernur.
“Masyarakat adat juga mendapat kompensasi hak ulayat berdasarkan peraturan gubernur,” ujarnya.
“Hasilnya, nanti setelah ekspor baru kami ketahui berapa besar bagian yang didapat oleh negara dan provinsi,” katanya lagi.
Sejauh ini pemerintah provinsi telah mengekspor 170 kontainer kayu olahan dari Papua sejak pengiriman pertama pada tanggal 9 April 2016 lalu.
Seratus Kontainer Kayu Olahan Dari Papua Akan Dikirim ke Tiongkok
0 Response to "Seratus Kontainer Kayu Olahan Dari Papua Akan Dikirim ke Tiongkok"
Post a Comment