Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Tutup Freeport Sekarang Juga Sebelum Semuanya Terlambat, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Tutup Freeport Sekarang Juga Sebelum Semuanya Terlambat kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Tutup Freeport Sekarang Juga Sebelum Semuanya Terlambat mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Ratusan massa yang menyebutkan diri mereka sebagai ‘Mahasiswa’ Papua melakukan aksi demo damai serentak di berbagai kota di wilayah Indonesia menuntut pemerintah pusat agar segera menutup tambang PT Freeport Indonesia.
Berdirinya peerusahaan asing milik Amerika Serikat tersebut di Tanah Papua selama lima dekade (50 tahun) disinyalir tak memberikan kemajuan dalam berbagai sektor melainkan hanya untung yang diraup.
“Tutup Freeport. Freeport tidak memberikan dampak yang signifikan kepada Papua,” kata salah satu pendemo seperti dilansir Antara, Senin (20/3).
Freeport yang merupakan perusahaan multinasional itu kokoh pada prinsip enggan mengikuti langkah pemerintah Indonesia lewat peraturan pemerintah (Permen) Nomor 1 tahun 2017 tentang minerba.
Perubahan status kontrak karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) serta divestasi saham sebesar 51 persen pun ditolak mentah-mentah pihak Freeport.
Padahal, Freeport sendiri hingga saat ini memang tidak membawa kemajuan yang berarti di Tanah Papua sejak berdiri 50 tahun silam.
Jangankan wilayah Papua, masyarakat adat Kamoro dan Amungme yang berada di wilayah lokasi tambang tersebut pun tidak mendapatkan kemajuan yang berarti hingga berita ini dimuat.
Oleh karena itu Freeport disarankan untuk segera angkat kaki dari Tanah Papua jika tidak mengindahkan aturan-aturan yang berlaku di wilayah kedaulatan Indonesia.
“Freeport harus taat dan tunduk kepada Pemerintah Indonesia. Freeport harus bayar pajak, bangun smelter, dan berikan keuntungan bagi rakyat Papua,” kata wakil dari masyarakat adat Papua Oktovianus Wally.
Tutup Freeport Sekarang Juga Sebelum Semuanya Terlambat
0 Response to "Tutup Freeport Sekarang Juga Sebelum Semuanya Terlambat"
Post a Comment