Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Tak Kunjung Dapat Sponsor, Persipura Salahkan Populasi Kota Jayapura, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Tak Kunjung Dapat Sponsor, Persipura Salahkan Populasi Kota Jayapura kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Tak Kunjung Dapat Sponsor, Persipura Salahkan Populasi Kota Jayapura mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
HarianPapua.com – Persipura Jayapura masih galau karena hingga saat ini belum mendapatkan kepastian kucuran dana dari Bank Papua dan PT Freeport Indonesia untuk mengarungi musim kompetisi Liga 1 2017.
Meski kedua sponsor ini secara lisan sudah mengatakan akan mendukung, namun beberapa kendala teknis membuat jumlah dana yang diberikan belum diketahui sampai sekarang.
Freeport masih berkutat dengan polemik Kontrak Karya bersama Pemerintah Indonesia, sedangkan Bank Papua baru saja menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) sehingga kebijakan pengeluaran biaya harus menunggu instruksi direksi yang baru.
Media Officer Persipura Bento Madubun mengklaim manajemen tim sudah berupaya mendapatkan sponsor selain Bank Papua dan PT Freeport Indonesia. Namun kendala utama para sponsor enggan memberikan dukungan karena Jayapura dianggap kota kecil dengan populasi yang sedikit.
“Kami dan calon sponsor setuju dengan prestasi dan nama besar Persipura. Namun, tidak bisa dimungkiri bahwa Jayapura bukan pasar yang bagus untuk para sponsor,” ujar Bento dikutip Juara.net.
Ia menjelaskan calon sponsor memperhitungkan untung rugi jika menanamkan saham di Persipura dan kebanyakan menolak karena populasi Kota Jayapura dianggap tidak menjanjikan bagi perusahaan-perusahaan yang sedang dilobi.
Data Badan Pusat Statistik di awal tahun 2015, jumlah populasi masyarakat di Kota Jayapura berada di angka 320 ribu jiwa.
Tak Kunjung Dapat Sponsor, Persipura Salahkan Populasi Kota Jayapura
0 Response to "Tak Kunjung Dapat Sponsor, Persipura Salahkan Populasi Kota Jayapura"
Post a Comment