Charles Honoris: Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Charles Honoris: Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Charles Honoris: Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Charles Honoris: Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

BeritaSimalungun.com, Jakarta- Anggota DPR Fraksi PDI Perjuangan, Charles Honoris mengaku kecewa dengan putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara yang memvonis Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) selama dua tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama.

"Putusan hakim dalam kasus Ahok mengecewakan, hakim memutuskan bukan atas dasar fakta hukum tapi karena intervensi dan tekanan," kata Charles, Selasa (9/5/2017).

Anggota Komisi I DPR itu melihat sejak awal sudah jelas bahwa kasus Ahok ini lebih merupakan dagangan politik bukan suatu perkara yang lahir akibat proses hukum, karena kasus tersebut lahir dari rahim Pilgub DKI 2017.

"Ini bukan karena adanya tindak pidana yang dilakukan seorang Ahok," ujarnya.

Ia mengatakan, selama masa persidangan dapat dilihat besarnya upaya intervensi dan tekanan dari berbagai pihak terkait kasus Ahok. Menurut dia, hal ini dilakukan untuk kepentingan-kepentingan Pilgub DKI dan upaya mendegradasi pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

"Intervensi terhadap putusan hakim dilakukan melalui demonstrasi di jalanan, dari meja pimpinan DPR sampai komentar elite-elite partai politik. Terbukti, hakim lebih takut dengan tekanan dan intervensi ketimbang menerapkan keadilan,"‎ tandasnya.

Untuk diketahui, majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara telah memvonis Ahok selama dua tahun penjara karena dinilai terbukti melakukan penodaan agama pada Selasa (9/5).


Di samping itu, majelis hakim juga memerintahkan agar Ahok ditahan. Saat ini Ahok sudah berada di Rutan Cipinang, Jakarta Timur. (*)


(Sumber: Beritasatu.com)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Charles Honoris: Hakim Lebih Takut Tekanan daripada Keadilan"

Post a Comment