Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Melirik Rumah Pohon Sebagai Sarana Wisata Baru di Simalungun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Melirik Rumah Pohon Sebagai Sarana Wisata Baru di Simalungun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Melirik Rumah Pohon Sebagai Sarana Wisata Baru di Simalungun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
BeritaSimalungun.com, Raya-Menangkap Geliat Pariwisata Simalungun. Fenomena gemar wisata kini mewabah di Sumatera Utara. Gonjang ganjing dikibarkannya bendera destinasi baru wisata Danau Toba ditambah fasilitas rancangan jalan tol dan kereta api akan menyentuh Danau Toba membuat arus turis memasuki wilayah ini makin ramai. Sejumlah titik destinasi di wilayah Sidamanik Bah Damanik, Bak Biak, Wisata Agro Kebun Teh Sidamanik, Bah Butong dan Tobasari.
Di seputaran Danau Toba juga dengan wisata pancing bebas, Rumah pohon seputaran Dolok Simarjarungjung tak kalah menariknya. Sejumlah titik baru kami pantau menambah cerianta menjadi titik pangkalan destinasi wisata ini. Bagai gadis molek teen ager sweet seventeen , pesonanya makin menggoda.
Para pelaku wisata mulai buat lapak dengan harapan hari esok yang lebih baik. Mereka bergerak tanpa arahan dan pengawasan pihak terkait. Terkesan liar tanpa komando bagai anak ayam kehilangan induk.
Pemerintah Harus Hadir
Menyambut semaraknya wisata ini dibutuhkan tatanan dan arahan supaya semua jenis usaha terkait dapat dibangkitkan bersama. Produk home industri, produk wisata taman bunga; sayuran; buah petik sendiri di area sekitar pantas digalakkan.
Karena itu tata ruang perlu dapat sentuhan sehingga landscap bisa ditata baik. Kehadiran Pemkab dengan sejumlah SKPD terkait sejatinya punya kewajiban menyemplungkan diri bagi kemajuan kemaslahatan orang banyak.
Ethika Bisnis
Untuk menjaga kelanggengan usaha baru ini para pelaku wisata perlu diberi kesadaran jangan membuat usaha ini usaha "parsahalian" seperti tata krama, tarif masuk dan parkir yg tidak mencekik leher, standard harga dagangan, dll. Manjakan pelanggan nembuat mereka pengen datang lagi. Artinya besok ada harapan lagi agar dapur terus ngebul.
Jalan Bagus
Apapun cerita indahnya kawasan ini jika jalan buruk orang akan malas datang karena waktu tempuh akan lama. Karena itu diharapkan Dinas PU Bina Marga agar segeralah memperbaiki jalan yang hanya bejarak sekitar 20 an km dari Baliran sampai Manik Saribu bagi keuntungan semua. Semoga. (Penulis: Kamson Nicholson Napitu)
 |
| Melirik Rumah Pohon Sebagai Sarana Wisata Baru di Simalungun.IST |
0 Response to "Melirik Rumah Pohon Sebagai Sarana Wisata Baru di Simalungun"
Post a Comment