Akibat Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Robusta dari Lampung Anjlok

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Akibat Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Robusta dari Lampung Anjlok, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Akibat Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Robusta dari Lampung Anjlok kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Akibat Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Robusta dari Lampung Anjlok mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


BANDARLAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Akibat cuaca ekstrem yang terjadi tahun lalu, produksi kopi robusta dari Provinsi Lampung, salah satu wilayah penghasil kopi terbesar di Indonesia pada tahun ini turun sekitar 30 hingga 40 persen.

"Tahun lalu curah hujan cukup tinggi sehingga merontokkan bunga bakal buah kopi dan mengakibatkan produksi tanaman kopi di Lampung khususnya Lampung Barat turun," kata Wakil Ketua Bidang Dalam Negeri Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung, Teddy Suryana, di Bandarlampung, Rabu (30/8/2017).

Teddy menyebut, ritme produksi kopi Lampung tahun ini juga berbeda dibandingkan tahun lalu, dengan kondisi tahun lalu produksinya merata. Sedangkan pada tahun ini produksi tanaman kopi tidak merata.

Menurutnya, tahun lalu produksi tanaman kopi di Lampung sporadis, artinya tanaman kopi hampir semuanya berbuah. Sedangkan pada tahun ini panennya berselang.

Adanya cuaca ekstrem itu, jelas dia, seharusnya panen kopi di Lampung berlangsung Juli, Agustus, dan September. Namun tahun ini panennya bisa mundur hingga November. "Panen selang itu contohnya bulan Agustus panen, nanti bulan berikutnya panen lagi, karena tidak semua batang kopi memiliki buah siap petik," ujarnya pula.

Teddy yang juga pengekspor kopi itu mengungkapkan, akibat cuaca ekstrem membuat panen tahun ini tidak maksimal. Rata-rata produksi kopi di Lampung mencapai 1 ton per hektare, tetapi tahun ini turun 30 hingga 40 persen. (*)



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Akibat Cuaca Ekstrem, Produksi Kopi Robusta dari Lampung Anjlok"

Post a Comment