Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Alm Muhamad ZOYA Korban Kebrutalan Massa, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Alm Muhamad ZOYA Korban Kebrutalan Massa kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Alm Muhamad ZOYA Korban Kebrutalan Massa mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
InNews, Jakarta - Polisi membongkar makam MA, tertuduh pencuri amplifier Musala Al-Hidayah yang tewas diamuk dan dibakar massa. Penggali makam TPU Kedondong, Ahmad, menceritakan kisahnya menggali makam MA.
"Kebetulan saya yang menggali makamnya. (Jenazah) diplastik (kantong mayat) waktu diangkat, plastiknya dibuka," ujar Ahmad di lokasi pemakaman, Rabu (9/8/2017).
Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kematian MA. Proses pembongkaran dan autopsi jenazah dilakukan tim forensik Rumah Sakit Polri.
12.0pt; line-height: Proses autopsi dilakukan tim forensik, yang terdiri atas dokter bedah mayat dan penyidik, selama satu jam dan tertutup. Polisi pun menutup kembali makam tersebut serta meninggalkan tenda dan garis polisi.
Ahmad mengaku tidak lihat wajah tertuduh pencuri amplifier musala. Namun dia bisa merasakan bagian tubuh jenazah telah hancur.
"Tubuh masih utuh, tapi lembek karena ada berair. Ya sebetulnya wajar saja, karena sudah seminggu dikubur," paparnya.
Selama autopsi, Ahmad tidak diperbolehkan melihat oleh tim forensik. Ketika dikubur kembali, jenazah dipakaikan kain kafan yang baru.
"Saya tidak lihat tubuhnya, kalau tadi (autopsi) bongkar di atas, kain kafan (jenazah) diganti baru, dan plastik (kantong mayat) dikubur lagi karena masih banyak darah (sisa bagian tubuh)," beber Ahmad.
Ahmad mengaku melihat proses pemakaman MA yang berjalan tanpa hambatan. Dia juga merasakan ada satu keanehan yang dialaminya ketika menggali makam pertama kali.
"Ini ada bedanya, tanah itu harusnya udah ada mayatnya, ada yang dikubur lima tahun lalu. Tapi, pas saya gali, mulus dan kosong," ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, tertuduh pencuri amplifier di atas makam orang. Namun jenazah yang sebelumnya telah dikubur tidak menyisakan tulang belulang.
"Saya gali dalamnya 1,5 meter. Biasanya sih harusnya ada (tulang). Tapi ini kenapa bisa kosong. Ya, anehnya di situ," pungkasnya. (edo/nvl) sumber/detik.com
0 Response to "Cerita Penggali Kubur Saat Menggali Makam Tertuduh Alm Muhamad ZOYA Korban Kebrutalan Massa"
Post a Comment