Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Perampokan di Pegadaian, TNI Duel dengan Pelaku, Pistol Terjatuh, Dramatis..., yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Perampokan di Pegadaian, TNI Duel dengan Pelaku, Pistol Terjatuh, Dramatis... kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Perampokan di Pegadaian, TNI Duel dengan Pelaku, Pistol Terjatuh, Dramatis... mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Baca juga:
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
JAYAPURA - Aksi perampokan dengan senjata api terjadi di Kantor Pegadaian Waena Distrik Heram, Jayapura, Papua, Kamis (10/8) siang sekitar pukul 10.30 WIT. Tiga dari empat pelaku memiliki pistol buatan Jerman Walther 9mm, yang dipakai mengancam pegawai dan pengunjung kantor pegadaian.
Dari keterangan sejumlah saksi di lokasi kejadian menyebutkan, setelah melakukan pengancaman ketiganya berencana membawa kabur apa yang dijadikan target. Namun ketika masih dalam posisi mengancam ini, salah satu security berhasil keluar dan memberitahukan kepada salah satu anggota TNI yang kebetulan berada di toko bangunan, sebelah kantor pegadaian.
Situasi dalam kantor pegadaian juga terdengar gaduh karena nasabah dan pegawai sudah mulai panik. Bahkan salah satu nasabah perempuan bernama Sance Pui harus jadi korban karena keningnya robek akibat hantaman gagang pistol.
Ketika para pelaku hendak keluar inilah situasi semakin memanas. Warga mulai ramai berteriak dan ada perlawanan dari anggota TNI. Ketiganya akhirnya terhenti setelah tujuh anggota TNI yaitu, Serda Yusni Kahar, Serda Seger, Serda Saleh, Serda Arif, Serda Laode, Serda Suparlan dan Serda Andik menutup jalan keluar dan membuat ketiganya tak berkutik.
Warga pun mulai berdatangan dan menghakimi ketiganya. Hanya salah satu pelaku berinisial Wi yang saat itu berada di atas motor berhasil kabur meninggalkan tiga temannya yang babak belur. Di sini juga senjata salah satu pelaku berhasil direbut oleh Serda Suparlan.
Kepada Cenderawasih Pos, Danrem 172/PWY, Kol Inf Christian Boni Pardede menjelaskan empat pelaku menggunakan dua unit motor dan masing-masing berboncengan. Setelah mengeksekusi korbannya, para pelaku hendak kabur namun dihentikan anggotanya.
"Serda Suparlan ini ke toko bangunan untuk membeli cat dan pulsa di samping pegadaian, lalu ada security keluar meminta tolong. Serda Suparlan sempat berpapasan dengan empat pelaku sambil menodongkan pistol," kata Danrem.
Meski sempat diminta menyerah, namun pelaku menolak dan terjadi perkelahian, kemudian pistol terjatuh. "Pistolnya aktif, namun bukan buatan Indonesia," katanya.
Pantauan Cenderawasih Pos, ketiga pelaku dengan kondisi babak belur langsung dilarikan ke Polsubsektor Heram. "Baru kami interogasi awal dan sepertinya pelaku ini adalah kelompok perampok lintas provinsi, sebab pengakuannya mereka baru sepuluh hari di Jayapura," kata Kapolsubsektor Heram, Iptu Nadek.
Dari tangan pelaku, Polsubsektor Heram sempat mengamankan identitas salah satu pelaku bernama Dayat. Para pelaku kemudian dibawa ke Polres Jayapura Kota untuk penyidikan. "Ngakunya mereka mau bekerja tapi malah merampok sehingga kami pikir mereka ini pelaku kejahatan profesional," imbuh Nadek.
Sementara itu Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Marison Tober Sirait mengatakan, DH, Ma, Ha dan Wi alias Boy merupakan komplotan perampok dari luar Papua.
“Untuk Boy saat ini sedang dalam pengejaran, karena saat diamankan pelaku kabur meninggalkan teman-temannya. Keempat pelaku belum genap sebulan berada di Papua. Polres Jayapura Kota sedang mendalami kasus ini.
Sejumlah barang barang bukti yang diamankan adalah satu unit sepeda motor Honda CB 150 R PA 5209 RN, dua jaket biru dan cokelat krem, dua buah tas ransel hitam berisi obeng, tang dan platban hitam. (ade/fia/tri)
0 Response to "Perampokan di Pegadaian, TNI Duel dengan Pelaku, Pistol Terjatuh, Dramatis..."
Post a Comment