Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Mengenal Guam, Pulau Menawan Sasaran Tembak Rudal Korea Utara, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Mengenal Guam, Pulau Menawan Sasaran Tembak Rudal Korea Utara kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Mengenal Guam, Pulau Menawan Sasaran Tembak Rudal Korea Utara mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
Rabu (9/8) lalu, pimpinan tertinggi Korut, Kim Jong-un mengancam akan menembakan rudal jarak menengah ke Guam pada pertengahan Agustus jika Amerika Serikat tak berhenti mengancam negaranya. Agen Casino Terbaik
Meski sering melontarkan ultimatum terhadap Washington, Pyongyang dianggap tak pernah menargetkan ancaman yang sangat spesifik seperti ini. Agen Poker Indonesia Terbesar
Guam merupakan wilayah bekas jajahan Spanyol yang diokupasi AS pada 1898 lalu.
Pulau seluas tiga perempat Singapura itu kini menjadi salah satu basis angkatan udara dan laut AS di Pasifik. Sedikitnya 7.000 personel serdadu AS bercokol di sana.
Tiga perempat wilayah Guam dikuasai militer AS. Sementara sisanya dikuasai oleh pemerintah setempat yang dipimpin oleh seorang gubernur.
Guam menjadi rumah bagi 160 ribu penduduk lokal atau suku Chamorro yang telah tinggal selama 4.000 tahun di pulau tersebut.
Pulau kecil di sebelah timur Laut Filipina ini pun dikelilingi laut dengan pemandangan serta terumbu karang yang indah.
Anehnya, ancaman rudal Korut malah dianggap meningkatkan pariwisata Guam. Menurut rektor Universitas Guam, Robert F Underwood, ancaman keamanan seperti itu pun tidak mengejutkan bagi penduduk pulau kecil tersebut.
Sebab, ancaman ini bukan yang pertama kalinya bagi Guam. Pada 2013 lalu, Korut juga pernah melontarkan ancaman serupa terhadap pulau itu.
"Ketika Anda berasal dan hidup di Guam, ancaman seperti ini memang menggelisahkan tapi biasa," tutur Underwood yang merupakan mantan delegasi AS untuk pulau tersebut, seperti dilansir The Independent.
Guam memang menjadi wilayah AS paling dekat dengan Korut. Jaraknya hanya sekitar 3.400 kilometer dari sebelah tenggara Pyongyang, ibu kota Korut.
Warga Guam hanya memiliki waktu sekitar 14 menit untuk menyelematkan diri jika rudal Korut benar-benar ditembakkan ke pulau tersebut.
Meski banyak warga Guam yang mendukung dan merasa yakin bahwa milter AS di sana akan melindungi mereka, tak sedikit pula yang menantang kehadiran pasukan Negeri Paman Sam selama ini di pulau tersebut.
Sejumlah warga menganggap pangkalan militer AS di Guam hanya semakin memperbesar potensi pulau mereka menjadi sasaran perang.
"Sangat mudah memang menganggap Guam selama ini hanya sebagai basis militer AS, tapi tidak cukup mengerti dampak dan bahaya sebenarnya dari kehadiran pasukan tersebut di pulau ini," ucap Victoria-Lola Leon Guerrero, seorang aktivis lokal di Guam.
"Secara harfiah, Guam selama ini milik AS, bukan menjadi bagian dari negara itu," katanya menambahkan.
Guam juga menjadi saksi kekejaman Perang Dunia II di mana sekitar 14.000 warganya ikut menjadi korban kekejaman perang tersebut mulai dari pemindahan paksa ke kamp-kamp konsentrasi hingga penyiksaan.
Bagi orang-orang seperti Guerrero, Perang Dunia II menjadi bukti bahaya kepemimpinan AS di masa lalu dan masa depan.
"Kami akan merasakan lebih banyak pertempuran lagi. Pada Perang Dunia II kami merasakan guncangan bom dan penjajahan. Kebanyakan warga AS tak merasakan kekejaman seperti warga Guam. Padahal penyiksaan itu terjadi bukan karena kami adalah warga Guam, tapi karena kehadiran AS di sini," kata Guerrero seperti dikutip CNN.
#Sumber
0 Response to "Mengenal Guam, Pulau Menawan Sasaran Tembak Rudal Korea Utara"
Post a Comment