Mensos: Masyarakat Tidak Mengucilkan Mantan Napi Teroris

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Mensos: Masyarakat Tidak Mengucilkan Mantan Napi Teroris, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Mensos: Masyarakat Tidak Mengucilkan Mantan Napi Teroris kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Mensos: Masyarakat Tidak Mengucilkan Mantan Napi Teroris mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa

JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM - Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, meminta masyarakat tidak mengucilkan mantan narapidana teroris. Ia mengatakan, masyarakat justru harus menerima mereka agar tak kembali menjadi teroris.

"Jangan menstigma mereka. Biarkan mereka bekerja dan bermasyarakat dengan baik, anak-anak mereka bisa sekolah dengan baik. Mereka punya hak yang sama seperti warga negara Indonesia yang lain," kata Khofifah dalam keterangan tertulis, Senin.

Hal ini dikatakan Khofifah usai bertemu eks napi dan kombatan yang tergabung dalam Yayasan Lingkar Perdamian (YLP) di Lamongan, Jawa Timur, Minggu sore.

Khofifah menyatakan, Indonesia adalah "rumah besar" milik bersama. Sehingga, ketika para eks napi dan kombatan dalam kasus terorisme telah berkomitmen bersama-sama menjaga NKRI, maka mereka wajib dirangkul kembali.

Ia berharap silaturahmi dengan para mantan narapidana terorisme itu berlanjut dengan partisipasi mereka dalam program Kementerian Sosial (Kemensos) seperti usaha ekonomi produktif.

Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu menambahkan, Kemensos juga akan akan melakukan pendampingan dari sisi psikososial melalui program Layanan Dukungan Psikososial dengan konselor senior.

"Hal ini penting untuk mengembalikan rasa percaya diri dan menguatkan mereka saat kembali ke lingkungan masing-masing dan menjalankan hidup sehari-hari," ujar Khofifah.

Mensos pun menyampaikan bahwa Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan agar pendekatan kepada mantan narapidana teroris mantan kombatan dilakukan melalui pendekatan kesejahteraan.

Hal ini, lanjutnya, juga telah dikoordinasikan dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk membantu mendata mantan narapidana teroris dan kombatan beserta keluarganya agar mendapat jaminan dan perlindungan sosial.

"Anak-anak harus sekolah. Maka pemerintah menyiapkan Kartu Indonesia Pintar. Untuk kesehatan, keluarga pemerintah siapkan Kartu Indonesia Sehat. Jika data mereka kita terima, Insya Allah dalam waktu dekat dapat segera kita realisasikan," tuturnya.

Sementara itu kepada para istrinya, Khofifah mendorong mereka untuk membuka usaha berdasarkan keterampilan masing-masing. Kementerian Sosial juga siap memberikan dukungan.

"Silakan ditentukan formatnya seperti apa. Ibu-ibu bisa menjahit, membuka usaha bikin kue atau usaha keterampilan lainnya. Kemensos ada program pendukungnya, yakni melalui Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE)," jelasnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Mensos: Masyarakat Tidak Mengucilkan Mantan Napi Teroris"

Post a Comment