Surat PKB ke Suu Kyi: Bertindak atau Copot Nobel Perdamaianmu

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Surat PKB ke Suu Kyi: Bertindak atau Copot Nobel Perdamaianmu, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Surat PKB ke Suu Kyi: Bertindak atau Copot Nobel Perdamaianmu kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Surat PKB ke Suu Kyi: Bertindak atau Copot Nobel Perdamaianmu mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.

Peluang Gubernur Yogyakarta Perempuan Dianggap Belum Final


Mata Lelaki - Partai Kebangkitan Bangsa lewat Ketua Umumnya Muhaimin Iskandar melayangkan surat terbuka kepada tokoh politik Myanmar Aung San Suu Kyi. Agen Bola Terpercaya

Dalam surat itu Muhaimin mendesak Suu Kyi bertindak untuk mencegah genosida terhadap etnis Ronghingya di negara itu. Agen Casino Terbaik

"Saya minta Anda, Madam Suu Kyi, untuk melakukan apapun yang Anda mampu, untuk mencegah tentara menembaki warga Rohingya. Atau, turunkan saja medali nobel itu dari lemari Anda. Dia tidak bermakna apapun lagi, saat ini," demikian penggalan isi surat Muhaimin kepada Suu Kyi sebagaimana dilansir dari laman resmi PKB, Minggu (3/9). Agen Poker Indonesia Terbesar

Pada 1991 Suu Kyi menerima penghargaan Nobel Perdamaian karena perjuangannya atas demokrasi di Myanmar. Ia adalah tokoh yang sangat konsisten menentang Junta Militer Myanmar.

Kini Suu Kyi menjabat sebagai juru bicara presiden. Posisi itu disebut sangat strategis untuk mengatur laju kebijakan pemimpin negara.

Ia bahkan pernah memastikan bahwa jabatannya itu berada "di atas" presiden. Belakangan, Suu Kyi kerap dikritik karena tak berbuat banyak dalam mencegah pemusnahan etnis Rohingya yang terjadi di negaranya saat ini.




Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan hampir 50 ribu warga Rohingya telah mengungsi untuk menghindari kekerasan yang kembali meningkat sejak akhir pekan lalu. 

Sekitar 27 ribu pengungsi telah melintasi perbatasan Bangladesh sejak Jumat, sementara 20 ribu lainnya terjebak di daerah tak bertuan yang memisahkan kedua negara tersebut. 

Para pengungsi mengatakan tentara Myanmar menyerang mereka, sementara pemerintah menyalahkan "teroris Rohingya" yang memicu kekerasan. 

Pemerintah juga menyatakan setidaknya 400 orang tewas dalam bentrokan sejak saat itu. Di antaranya, kata pemerintah, adalah 370 "teroris." Namun, sejumlah pegiat hak asasi manusia menyebut militer juga membunuhi perempuan, anak-anak dan orang tak bersalah.

Di Indonesia, kecaman terhadap Suu Kyi dan pemerintah Myanmar juga datang dari Majelis Ulama Indonesia, PP Muhammadiyah, dan sejumlah organisasi lainnya. 

Sementara pemerintah Indonesia dalam pernyataan resminya telah menyerukan agar semua kekerasan yang terjadi terhadap warga etnis Rohingya di Myanmar dihentikan. 

"Proteksi harus diberikan kepada semua umat," ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sabtu (2/9).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Surat PKB ke Suu Kyi: Bertindak atau Copot Nobel Perdamaianmu"

Post a Comment