Bayar Tol di Gardu Mana Pun Seluruh Indonesia Harus Non Tunai

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Bayar Tol di Gardu Mana Pun Seluruh Indonesia Harus Non Tunai, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Bayar Tol di Gardu Mana Pun Seluruh Indonesia Harus Non Tunai kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Bayar Tol di Gardu Mana Pun Seluruh Indonesia Harus Non Tunai mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


JAKARTA, LAMPUNGUPDATE.COM - Membayar jalan tol di gardu tol mana pun seluruh Indonesia harus menggunakan alat pembayaran non tunai, terhitung sejak mulai hari ini, Selasa.

"Seluruh Gerbang Tol mulai tanggal 31 Oktober 2017 hanya melayani non tunai," umum resmi Badan Usaha Jalan Tol terbesar, PT Jasa Marga Persero Tbk, Selasa.

Pemerintah melalui Badan Pengatur Jalan Tol bekerja sama dengan perbankan dan Bank Indonesia sejak Mei 2017 telah menggencarkan persiapan dan sosialisasi penerapan 100 persen elektronifikasi pembayaran jalan tol (e-toll) pada hari ini.

Kebijakan ini bagian dari upaya meningkatkan Gerakan Nasional Non-Tunai yang pada 2019 ditargetkan mencapai 75 persen. Tahapan persiapan itu, antara lain mengintegrasikan beragam aplikasi uang elektronik (UE) dalam satu mesin pembaca (SAM Multiapplet), mengatur masuknya lebih banyak penerbit uang elektronik yang melayani jalan tol (multy issuer), dan kampanye yang masif pada 35 ruas tol di seluruh Indonesia.

Saat ini, ada lima uang elektronik dari bank penerbit yang dapat digunakan di tol yakni uang elektronik dari PT. Bank Negara Indonesia Persero Tbk, PT. Bank Tabungan Negara Persero Tbk, PT. Bank Mandiri Persero Tbk, PT. Bank Rakyat Indonesia Persero Tbk dan satu bank swasta PT. Bank Central Asia Tbk.

Pada Desember 2017, tiga bank lain turut bergabung dalam elektronifikasi pembayaran tol, yakni Bank Mega, Bank Nobu, dan Bank DKI. BPJT yang membawahi BUJT, bekerja sama dengan perbankan juga sebelumnya menggelar diskon 100 persen untuk biaya kartu uang elektronik. Namun, saldo uang elektronik tetap harus dibayar pengguna jalan tol.

Sementara, Direktur Departemen Pengawasan dan Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Pungky Purnomo Wibowo, menjamin akan ada kemudahan untuk mendapatkan uang elektronik, baik di gerai ritel modern maupun tradisional di area peristirahatan di jalan tol, maupun di tempat-tempat umum lain.

Meski demikian, Pungky menyebut, untuk menghindari kemacetan di gerbang tol, pengisian saldo (top up) uang elektronik sebaiknya dilakukan di tempat peristirahatan, gerai mini swalayan dan ATM atau menggunakan eBanking, sebelum pengendara memasuki jalan tol. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bayar Tol di Gardu Mana Pun Seluruh Indonesia Harus Non Tunai"

Post a Comment