Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
PARIS, LAMPUNGUPDATE.COM - Ribuan penguin di Antartika dikabarkan mati mengenaskan kelaparan. Diduga, penguin-penguin ini mati karena induknya terlambat memberi asupan makanan. Sebab, jarak tempuh telah bergeser menjauh dari jarak biasanya. Perubahan iklim yang tak stabil, memicu hamparan es semakin lebar dan luas.
Akibat kejadian tersebut, para ilmuwan menilai fenomena ini sebagai “tragedi pembiakan”, di mana kondisi es laut yang sangat luas memaksa induk-induk penguin itu mencari makan lebih jauh.
Salah satu Ilmuwan asal Prancis yang didukung WWF, telah mempelajari sebuah koloni dari 18.000 pasang penguin Adelie di Antartika Timur sejak 2010. Dari penelitian itu, hanya dua ekor penguin yang ditemukan bertahan hidup dalam musim kawin paling akhir di awal tahun 2017.
Ilmuwan berpendapat, bencana es laut yang luas di akhir musim panas memaksa para penguin dewasa menempuh perjalanan lebih jauh untuk mencari makanan. Sedangkan anak-anaknya sekarat menunggu induk-induknya.
Yan Ropert-Coudert, ilmuwan penguin di stasiun penelitian Dumont D’Urville mengatakan, wilayah koloni penguin terkena dampak perubahan lingkungan yang terkait dengan perpecahan gletser Mertz.
”Kondisi ini terjadi lebih sering karena terpecahnya gletser Mertz pada tahun 2010 yang mengubah konfigurasi bentangan laut di depan koloni tersebut,” papar dia.
”Tapi ada faktor lain yang perlu membutuhkan sebuah ‘tahun nol’; campuran suhu, arah angin dan kekuatan, tidak ada pembukaan polynya di depan koloni,” ujarnya, seperti dilansir AFP, Sabtu.
Polynya adalah area laut yang belum dicairkan dalam wujud es. Musim depan sepertinya lebih baik bagi burung-burung itu di lautan es. ”Tapi kita tidak pernah tahu bagaimana hal itu akan berubah menjadi buruk,” jelasnya.
Empat tahun yang lalu, koloni yang sama berjumlah 20.196 pasang penguin pada saat itu, gagal menghasilkan satu betina. Laporan bencana pembiakan penguin ini muncul menjelang pertemuan tahunan Konservasi Sumber Daya Air Laut Antartika (CCAMLR) di Hobart pada minggu depan. (*)
0 Response to "Duh! Kelaparan, Ribuan Penguin di Antartika Mati Mengenaskan"
Post a Comment