Rekonsiliasi Palestina Disambut Baik Arab Saudi dan Indonesia, Ini Penjelasannya!

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Rekonsiliasi Palestina Disambut Baik Arab Saudi dan Indonesia, Ini Penjelasannya!, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Rekonsiliasi Palestina Disambut Baik Arab Saudi dan Indonesia, Ini Penjelasannya! kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Rekonsiliasi Palestina Disambut Baik Arab Saudi dan Indonesia, Ini Penjelasannya! mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


DUBAI, LAMPUNGUPDATE.COM - Rekonsiliasi dua faksi Palestina yang selama ini selalu bersaing -- Hamas dan Fatah-- dan menyatakan siap membantu Palestina dalam mendapatkan hak legitimasinya disambut baik oleh Arab Saudi, menurut kantor berita Saudi SPA, dalam laporannya Sabtu.

Sebuah sumber pada kementerian luar negeri Saudi, SPA mengatakan Saudi mengharapkan rekonsiliasi akan "mewujudkan harapan persaudaraan rakyat Palestina untuk mengakhiri perpecahan dan mencapai persatuan".

Kamis dua hari lalu Hamas dan Fatah menandatangani kesepakatan rekonsiliasi setelah Hamas setuju menyerahkan kendali pemerintahan di Gaza, termasuk lintas perbatasan Rafah, yang terjadi satu dekade setelah Hamas menguasai kantong Palestina itu lewat perang saudara.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia juga menyambut baik pencapaian kesepakatan rekonsiliasi antara Hamas dan Fatah, dua kelompok di Palestina yang selama satu dasawarsa terakhir berseteru.

"Kami menyambut baik rekonsiliasi ini karena sebenarnya posisi kami sudah sejak lama mendorong terjadinya rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas," kata Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat.

Rekonsiliasi antara Fatah dan Hamas, ia mengatakan, merupakan langkah baik bagi upaya Palestina menjadi bangsa dan negara yang merdeka.

"Karena dengan rekonsiliasi itu bisa jadi pembuka jalan yang luas bagi perjuangan yang selama ini masih dilakukan Palestina," katanya.

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh pada Kamis mengatakan bahwa Hamas dan Fatah telah mencapai kesepakatan rekonsiliasi, namun tidak merinci isi kesepakatan yang diperantarai Mesir itu.

Fatah, yang didukung Barat, kehilangan kendali atas Gaza, yang kemudian dikendalikan oleh Hamas, yang dianggap teroris oleh Barat dan Israel, dalam pertempuran 2007.

Bulan lalu, Hamas setuju menyerahkan kekuasaannya di Gaza kepada pemerintahan Presiden Mahmoud Abbas yang didukung Fatah.

Ketua delegasi Fatah Azzam Al-Ahmed di Kairo mengatakan berdasarkan kesepakatan itu pemerintahan persatuan akan mengendalikan semua lembaga tanpa kecuali, termasuk semua penyeberangan perbatasan dengan Israel dan Rafah, yang merupakan satu-satunya akses Gaza ke Mesir.

Kesepakatan itu juga menyebutkan bahwa pasukan kepresidenan Abbas akan bertanggung jawab menjaga penyeberangan Rafah pada 1 November dan penyerahan kendali Gaza sepenuhnya kepada pemerintah persatuan akan dilakukan pada 1 Desember, menurut siaran kantor berita Reuters. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rekonsiliasi Palestina Disambut Baik Arab Saudi dan Indonesia, Ini Penjelasannya!"

Post a Comment