Dukung Pembangunan Kabupaten/Kota, Gubernur Lampung Buka Klinik Perencanaan

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Dukung Pembangunan Kabupaten/Kota, Gubernur Lampung Buka Klinik Perencanaan, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Dukung Pembangunan Kabupaten/Kota, Gubernur Lampung Buka Klinik Perencanaan kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Dukung Pembangunan Kabupaten/Kota, Gubernur Lampung Buka Klinik Perencanaan mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Mendukung perencanaan pembangunan kabupaten dan kota, Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, membuka Klinik Perencanaan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Lampung.

"Klinik Perencanaan sangat penting dalam upaya peningkatan kualitas dokumen perencanaan SKPD kabupaten/kota. Tanpa perencanaan, pembangunan tidak akan sinkron dan jalan sendiri-sendiri. Ini tidak akan efektif. Pembangunan yang baik dan berhasil dimulai dari perencanaan yang baik," kata Gubernur Ridho, Rabu.

Menurut Ridho, Bappeda harus jadi pusat perencanaan pembangunan. "Silakan usul pembangunan apapun, tapi sinkronkan dengan Bappeda, agar hasilnya efektif dan terukur. Ini kebijakan saya sejak dipercaya memimpin Lampung. Maka, Klinik Perencanaan ini harus diberdayakan agar bisa membantu sekaligus mensinkronkan pembangunan," kata Ridho.

Pemerintah kabupaten/kota se-Lampung dan satuan kerja perangkat dinas (SKPD) dapat memanfaatkan klinik ini untuk meningkatkan kualitas dokumen perencanaan. Klinik Perencanaan ini mulai beroperasi Selasa kemarin. Layanan ini dapat diakses melalui website Bappeda pada http://ift.tt/2iFxrYf di menu Klinik Perencanaan. Informasi layanan dan konsultasi juga dapat melalui Whatsapp 081210084815.

Menurut Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Taufik Hidayat, pembentukan Klinik Perencanaan merupakan inovasi Gubernur Lampung. "Gubernur ingin proses perencanaan dan upaya terus menerus yang dilakukan Bappeda dalam meningkatkan kualitas dan keterpaduan layanan dukungan substansif perencanaan kepada SKPD dan kabupaten/kota,” ujar Taufik.

Penyelenggaraan Klinik perencanaan dilakukan melalui Desk Layanan Terpadu di Sekretariat Layanan di Kantor Bappeda Provinsi Lampung. Untuk mendukung operasional Klinik Perencanaan, dibentuk Tim Layanan Konsultasi.

"Harapan Gubernur ini menjadi layanan depan dan mengkoordinasikan tugas-tugas pemberian dukungan substantif perencanaan kepada SKPD dan kabupaten/kota," kata Taufik.

Pembukaan Klinik Perencanaan, kata Taufik, juga didedikasikan mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Provinsi Lampung merupakan yang pertama meluncurkan pelokalan SDGs di Indonesia sebagai bagian dukungan atas Peraturan Presiden Nomor 59 Tahun 2017 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Program ini mengusung 17 tujuan 169 target dan 240 indikator sebagai agenda SDGs global pasca Millenium Development Goals (MDGs) berakhir pada 2016. "Program ini ingin mengintegrasikan SDGs dengan dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD provinsi, kabupaten, dan kota. Kemudian, meningkatkan keterlibatan aktif para pemangku kepentingan, dan ketersediaan alat ukur kinerja berupa data yang berkualitas, terintegrasi, serta mudah diakses," jelas Taufik. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dukung Pembangunan Kabupaten/Kota, Gubernur Lampung Buka Klinik Perencanaan"

Post a Comment