Ini Dia Pemilik Tandan Buah Sawit Terberat Asal Jambi yang Raih Rekor MURI Itu

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Ini Dia Pemilik Tandan Buah Sawit Terberat Asal Jambi yang Raih Rekor MURI Itu, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Ini Dia Pemilik Tandan Buah Sawit Terberat Asal Jambi yang Raih Rekor MURI Itu kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Ini Dia Pemilik Tandan Buah Sawit Terberat Asal Jambi yang Raih Rekor MURI Itu mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


JAMBI, LAMPUNGUPDATE.COM - Petani sawit asal Provinsi Jambi, Sugiarto, memperoleh rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) untuk TBS terberat 2017. Tandan Buah Segar (TBS) sawit dari perkebunan milik Sugiarto ini beratnya mencapai 85,02 kg.

"Dari hasil verifikasi dan penimbangan TBS di lapangan, TBS milik Pak Sugiarto dinyatakan sebagai pemenang. TBS tersebut seberat 85,02 kg," ujar Ketua Panitia Sayembara Pemecahan Rekor TBS Terberat 2017 yang dilaksanakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki), Dasrizal Raham, Minggu.

Dasrizal Raham mengatakan, penganugerahan piagam Rekor MURI dan uang pemeliharaan kebun senilai Rp10 juta telah dilakukan pada acara "13th Indonesian Palm Oil Conference and 2018 Price Outlook" di Nusa Dua Bali, Kamis (2/11/2017).

Sugiarto yang merupakan petani sawit asal Desa Tidar Kuranji, Kecamatan Maro Sebo Ilir, Kabupaten Batang Hari, Jambi itu menyatakan, dirinya berusaha maksimal dalam memelihara tanaman sawitnya. Anggota petani plasma PT Inti Indo Sawit Subur itu menyatakan, selalu mengikuti bimbingan petugas dari PT Inti Indo Sawit Subur yang merupakan anggota Gapki Cabang Jambi.

"Saya selalu 'ngopeni' (merawat) kebun saya sesuai arahan perusahaan. Kalau disuruh dibersihkan, ya saya bersihkan. Kalau disuruh dipupuk ya saya pupuk. Pokoknya saya ngikut saja," ujar warga transmigran asal Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur itu.

Sugiarto mengatakan, dirinya memiliki dua hektare (ha) kebun sawit, pemberian pemerintah. Kebun tersebut kemudian ditanami sawit pada 1993 menggunakan benih pemberian perusahaan.

Saat ini, dari dua ha kebun sawitnya rata-rata tiap bulan menghasilkan TBS sebanyak 6 ton. Sementara itu harga untuk setiap satu ton TBS pekan lalu Rp1.685.950, sehingga dalam sebulan, dia mengantongi uang Rp10.115.700. "Dalam dua ha tersebut hanya tujuh pohon sawit saja yang menghasilkan TBS jumbo," jelasnya.

Ketua Umum Gapki, Joko Supriyono mengungkapkan, kompetisi TBS terberat tersebut untuk merangsang petani plasma agar bisa meningkatkan produktivitas kebunnya. "Ini merupakan upaya kami untuk memberikan semangat kepada para petani agar bersemangat memelihara kebunnya," katanya.

Sementara itu Ketua Gapki Jambi, Tidar Bagaskara mengatakan, bibit sawit yang ditanam di kebun milik Sugiarto merupkan bibit unggul bersertifikat. Bibit tersebut berasal dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan.

"Pak Sugiarto ini sebagai ketua kelompok tani juga aktif melakukan koordinasi dengan pihak perusahaan. Dia juga sering melakukan pembinaan kepada anggotanya. Beliau punya 2 ha. Satu kelompok tani ada 15 kapling atau 30 ha," katanya.

Menurut Tidar, TBS yang dihasilkan oleh kebun milik Sugiarto memang luar biasa besar, sebab rata-rata TBS beratnya berkisar 25-35 kg. "Tidak semua tanaman yang berada di kapling petani itu bisa menghasilkan TBS seberat 85,02 kg. Biasanya dalam satu kapling, hanya ada 4-7 pohon yang memiliki TBS yang beratnya di atas rata-rata," pungkasnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ini Dia Pemilik Tandan Buah Sawit Terberat Asal Jambi yang Raih Rekor MURI Itu"

Post a Comment