Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Prestasi Kepariwisataan, Wisatawan Nusantara Kunjungi Lampung Kalahkan Bali, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.
Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Prestasi Kepariwisataan, Wisatawan Nusantara Kunjungi Lampung Kalahkan Bali kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Prestasi Kepariwisataan, Wisatawan Nusantara Kunjungi Lampung Kalahkan Bali mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.
Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.
LAMPUNG, LAMPUNGUPDATE.COM - Dalam kunjungan wisatawan nusantara (wisnus), Provinsi Lampung mencatat prestasi bidang kepariwisataan dengan mengalahkan Bali. Prestasi itu diraih sejak September 2017.
Pada Oktober 2017, kunjungan wisnus tercatat 8,8 juta sekaligus menempatkan Lampung di posisi sembilan, sedangkan Bali 8,5 juta wisnus di posisi 11. Angka itu merupakan catatan Kementerian Pariwisata dan PT Telkom dengan menggunakan teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler.
Berdasarkan data itu, kunjungan wisnus ke Lampung pada September 2017 bahkan bertengger di posisi enam dan pada Oktober pindah ke posisi sembilan, namun masih mengalahkan Bali yang selama ini menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara dan nusatara.
Peningkatan kunjungan wisnus ke Lampung, menurut Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo, lebih banyak ditunjang konvensi seperti Hari Keluarga Nasional, Hari Kopi Internasional, dan sejumlah acara bertaraf nasional yang mulai tren memilih Lampung sebagai tuan rumah.
"Ini tak lepas dari makin mudahnya akses ke Lampung baik melalui darat maupun melalui Bandara Radin Inten II," kata Gubernur Ridho, di Bandarlampung, Kamis.
Atas prestasi itu, Gubernur menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang mendorong perbaikan pariwisata dari sisi akses, amenitas, dan atraksi. Ini prestasi seluruh pelaku pariwisata mulai pengelola hotel, restoran, pengelola tempat wisata, dan transportasi.
"Kami menyampaikan apresiasi yang tinggi dan berharap agar tren kenaikan kunjungan wisatawan ke Lampung tetap dipertahankan. Ini sektor yang punya efek ganda bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata Ridho Ficardo.
Kunjungan wisnus tersebut masih didominasi dari Jakarta, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Jambi. Wisnus asal Jakarta menempatkan Lampung di posisi kelima sebagai destinasi wisata. Menurut Gubernur Ridho, meski tak masuk program 10 Bali Baru yang dicanangkan pemerintah pusat, ternyata kunjungan wisatawan ke Lampung terus meningkat.
Peningkatan tak hanya wisnus. Tren kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sejak 2014 juga naik tajam. Pada 2014 kunjungan wisman tercatat 95.528, naik menjadi 114.907 pada 2015, dan melonjak 155.053 pada 2016. Atas tren kenaikan ini, Gubernur Ridho mengatakan Pemprov Lampung akan mempertahakannya dengan terus memperbaiki akses menuju destinasi wisata utama.
Indikator geliat pariwisata Lampung, menurut Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto, juga dapat dilihat dari tren pertumbuhan hotel dan hunian kamar hotel. Sejak 2014, pertumbuhan hotel di Lampung terus naik dari posisi 200 naik menjadi 239 pada 2015, dan 261 pada 2016.
"Banyak hotel di Lampung yang memiliki fasilitas konvensi sehingga bisa jadi tuan rumah berbagai kegiatan nasional. Ini ditopang destinasi wisata yang tak jauh dari Bandarlampung, seperti Pulau Pahawang dan pulau-pulau di sekitar Teluk Lampung, sehingga bisa dikemas one day tour," kata Budiharto.
Pesatnya pertumbuhan pariwisata menurut Kepala Desa Pahawang, Ahmad Salim, tak lepas dari dukungan pemerintah dalam menyediakan infrastruktur.
"Kami bersyukur dengan Program Lampung Terang 2019 yang dicanangkan Pak Gubernur Ridho, kini PLN masuk Pahawang. Dulu, hanya malam warga sanggup pasang lampu dari genset, tak lama lagi siang malam listrik bisa dinikmati di Pahawang," kata Ahmad Salim. (*)
0 Response to "Prestasi Kepariwisataan, Wisatawan Nusantara Kunjungi Lampung Kalahkan Bali"
Post a Comment