Sejak Ada Bandara, Penumpang Angkutan Laut Kepulauan Bangka Belitung Turun

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Sejak Ada Bandara, Penumpang Angkutan Laut Kepulauan Bangka Belitung Turun, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Sejak Ada Bandara, Penumpang Angkutan Laut Kepulauan Bangka Belitung Turun kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Sejak Ada Bandara, Penumpang Angkutan Laut Kepulauan Bangka Belitung Turun mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


BABEL, LAMPUNGUPDATE.COM - Pada September 2017, jumlah penumpang angkutan laut antarpulau yang berangkat di Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sebanyak 10,27 ribu orang, atau mengalami penurunan 22,22 persen dibandingkan Agustus 13,20 ribu orang.

"Penurunan penumpang kapal laut karena masyarakat lebih memilih menggunakan angkutan udara untuk bepergian ke luar daerah," jelas Kepala BPS Kepulauan Babel, Darwis Sitorus, di Pangkalpinang, Jumat.

Darwis Sitorus menyebut, dari lima pelabuhan di Provinsi Kepulauan Babel, tercatat tiga pelabuhan mengalami penurunan jumlah penumpang. Penurunan tertinggi terjadi di Pelabuhan Pangkalbalam 53,86 persen, Pelabuhan Belinyu 52,43 persen, dan Pelabuhan Tanjungkalian 6,39 persen.

Sementara, penumpang angkutan laut yang berangkat di Pelabuhan Tanjungpandan mengalami kenaikan sebesar 20,95 persen, sedangkan pelabuhan lainnya seperti Pelabuhan Sadai tidak ada keberangkatan penumpang. 


"Dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu, jumlah penumpang angkutan laut yang berangkat mengalami kenaikan 11,75 persen," katanya.

Darwis mengatakan, kedatangan penumpang angkutan laut pada September tahun ini mencapai 12,23 ribu orang atau mengalami kenaikan 4,27 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 


"Kenaikan jumlah penumpang tertinggi terjadi di Pelabuhan Tanjungkalian sebesar 81,25 persen dan Tanjungpandan naik 14,43 persen," ujarnya.

Selain itu, penumpang angkutan laut yang datang di Pelabuhan Belinyu mengalami penurunan 80,66 persen, Pangkalbalam 60,46 persen. Sedangkan, pelabuhan lainnya tercatat tdak ada kedatangan penumpang. 


"Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada 2016 kedatangan penumpang mengalami kenaikan 1,70 persen," jelas Darwis Sitorus. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sejak Ada Bandara, Penumpang Angkutan Laut Kepulauan Bangka Belitung Turun"

Post a Comment