Wow! Terpidana Terorisme Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera

Sobat Kabar timika Papua , yang semoga dalam lindungan Tuhan yang maha Esa. Kabar timika hadir untuk memberikan seputar topik dan informasi terhangat yang ada di Nusantara umumnya dan khususnya buat warga Papua dan sekitarnya. Berbagai topik dan isi kami sajikan yang mana semoga dapat memberikan pencerahan bagi semuanya. Dan jika kita lihat persoalan tantang Wow! Terpidana Terorisme Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera, yang baru-baru ini ramai dibicarakan oleh media sosial dan media masa.Kami mencoba untuk mengulasnya disini.

Yang kami harap berdasarkan fakta dan data mengenai Wow! Terpidana Terorisme Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera kita bisa mengambil poko inti persoalan yang terjadi tanpa mengedepankan emosi semata.mari kita lihat dari dua sisi yang berbeda baik itu baik dan buruknya. Dan mari kita ambil dan selesaikan dengan jalan yang bisa diterima masyarakat. Akhir-akhir ini pokok perbincangan Wow! Terpidana Terorisme Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera mulai memanas disemua kalangan. Dan kadang malah melupakan poko persoalan yang masih menjadi PR kita semua yaitu kesejahteraan masyarakat banyak.

Baca juga:


Bumi papua tidak seperti wilaayah Jakarta yang begitu pongah dan mewah, Di bumi papua kami hidup dengan dami dan penuh dengan keharmonisan. Namun terkdang kami iri dengan kota Jakarta yang serba mewah dan mudah,kami warga papua untuk menjangkau wilayah satu dengan wilayah lain saja masih sedikit sulit belum lagi persoalan ksehatan,pendidikanya. Dan semoga dengan adanya pembangunan infrastruktur baru semuanya bisa mudah seperti Jakarta.


SIDOARJO, LAMPUNGUPDATE.COM – Ada yang menarik dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 kali ini. Terpidana kasus terorisme, Umar Patek alias Hisyam bin Alizein, menjadi petugas pengibar bendera merah putih di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis.

Kepala Lapas Porong, Riyanto mengungkapkan, Umar Patek menjadi pengibar bendera merah putih atas kemauannya sendiri. “Dari kesadaran yang bersangkutan, introspeksi diri. Jadi, Umar Patek mengajukan diri ke petugas,” katanya, Kamis.

Untuk latihan baris berbaris, ujar dia, Umar dilatih oleh Suud Rusli yang juga warga binaan di lapas tersebut. Suud merupakan mantan marinir yang menjadi terpidana mati kasus pembunuhan Bos Asaba, Boedyharto Angsono, dan pengawalnya, Edy Siyep. Suud juga membina warga binaan lain di Lapas Porong karena memiliki keahlian baris-berbaris dalam upacara.

Riyanto menyebut, ada 7 orang napi kasus terorisme yang dibina di lapas Porong. Umar salah satu di antaranya. Untuk remisi di peringatan HUT RI ke 72, dari 2.500 warga binaan lapas Porong, sebanyak1800 orang di antaranya mengajukan remisi dan ada 16 orang langsung bebas hari ini.

“Kami juga bekerja sama dengan BNPT dan ada cara tertentu pedekatan terhadap napi teroris khususnya," pungkasnya. (*)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Wow! Terpidana Terorisme Umar Patek Jadi Petugas Pengibar Bendera"

Post a Comment